iklan periskop
Saham

IHSG Tertekan Usai Putusan MSCI, BEI Sigap Jaga Stabilitas Pasar

IHSG melemah 6,66% ke 8.382,48 pasca pengumuman MSCI yang membekukan rebalancing indeks. BEI menegaskan penurunan didorong panic selling, fundamental pasar tetap kuat.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
IHSG Tertekan Usai Putusan MSCI, BEI Sigap Jaga Stabilitas Pasar
Ilustrasi - Pengunjung mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/aa.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan mengerahkan seluruh upaya untuk menjaga stabilitas pasar saham pasca pengumuman MSCI yang memicu tekanan di IHSG.

Merespons hal tersebut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti hal-hal yang diperlukan terkait pengumuman MSCI dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

"Kami akan segera melakukan langkah-langkah konkret untuk merespons tekanan IHSG," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),  Rabu (28/1).

Sementara itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 lebih dipicu oleh aksi panic selling investor, bukan karena memburuknya fundamental pasar modal Indonesia.

“Tekanan pasar hari ini muncul karena panic selling terkait pengumuman freeze rebalancing, bukan karena fundamental pasar melemah,” kata Iman.

Iman mengklaim, pembekuan rebalancing berarti tidak ada penambahan maupun pengurangan konstituen saham Indonesia dalam indeks MSCI. Namun, kekhawatiran investor muncul karena MSCI menilai transparansi data yang disampaikan Indonesia masih belum memenuhi ekspektasi.

Sebagaimana diketahui, Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja merilis hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham-saham Indonesia, dan langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar. MSCI menyatakan akan membekukan sementara proses rebalancing indeks, memicu aksi jual oleh investor.

Imbas pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi 28 Januari 2026 bergerak melemah. IHSG ditutup dengan koreksi tajam sebesar 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,56.

IHSG sempat mengalami trading halt setelah menyentuh level terendah 8.187,74, turun lebih dari 8% dari posisi pembukaan 8.393,51. Sepanjang sesi, indeks bergerak di kisaran 8.187,74-8.596,17.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.