periskop.id - Wakil Menteri Keuangan sekaligus Deputi Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap latar belakang dan pengalamannya yang dinilai minim di bidang moneter.
Thomas menegaskan kapasitas dan kompetensinya tidak bisa dilihat semata dari label fiskal atau moneter. Ia mengaku kritik serupa juga pernah ia terima saat pertama kali bergabung dengan Kementerian Keuangan.
“Mengenai rekam jejak, dulu saat masuk Kemenkeu saya juga dibilang tidak punya pengalaman fiskal,” kata Thomas kepada media, Jakarta, Rabu (28/1).
Thomas menambahkan, dirinya memiliki kapabilitas lain yang dapat melengkapi kerja Dewan Gubernur BI. Menurut Thomas, kebijakan bank sentral merupakan hasil kerja kolektif, bukan individual.
"Saya punya kapabilitas lain yang melengkapi. Saya akan bekerja sama dengan Dewan Gubernur lainnya," tuturnya.
Thomas juga menjelaskan latar belakang pendidikannya di bidang Hubungan Internasional di Johns Hopkins School of Advanced International Studies (SAIS). Meski tidak secara eksplisit berlabel ekonomi, ia menegaskan kurikulum pendidikannya sangat kental dengan materi ekonomi internasional dan moneter.
"Meskipun gelar saya di Hubungan Internasional (Johns Hopkins SAIS), kurikulumnya 50% adalah ekonomi internasional dan moneter,” jelasnya.
Untuk memperkuat argumennya, Thomas mencontohkan sejumlah tokoh global yang memiliki latar pendidikan serupa namun berkiprah di bidang kebijakan ekonomi dan keuangan, salah satunya mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Timothy Geithner.
“Tim Geithner (mantan Menkeu AS) juga lulusan sana.
Selain itu, Thomas mengungkapkan dirinya memiliki pengalaman di lembaga keuangan swasta serta pernah menangani pembiayaan dan investasi selama sekitar 1,5 tahun di Kementerian Keuangan. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat ia memahami dinamika pasar secara praktis.
"Saya juga punya pengalaman di lembaga keuangan swasta dan 1,5 tahun mengurusi pembiayaan serta investasi di Kemenkeu. Jadi secara praktis, saya sangat paham pasar," tutup Thomas.
Tinggalkan Komentar
Komentar