periskop.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar buka suara mengenai peran dan aktivitas investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia di bursa saham. Ia menegaskan, Danantara telah mulai aktif menempatkan investasinya di pasar modal domestik dan perannya ke depan akan terus diperkuat.
Mahendra menyampaikan, keterlibatan Danantara di pasar modal tidak lagi sebatas komitmen, melainkan sudah diwujudkan melalui aktivitas investasi yang berjalan secara nyata. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi kepercayaan pasar sekaligus stabilitas perdagangan efek di dalam negeri.
“Peran Danantara dalam menopang aktivitas perdagangan dan kinerja pasar modal sudah mulai terlihat dan ke depan akan semakin diintensifkan,” ucap Mahendra di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, mekanisme investasi yang dilakukan Danantara pada dasarnya tidak berbeda dengan investor institusional lainnya. Investasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kedalaman dan likuiditas pasar agar dapat berjalan optimal serta berkelanjutan.
“Strategi ini dinilai akan memperkuat peran Danantara sebagai investor institusional domestik sekaligus membantu meningkatkan kedalaman pasar,” sambungnya.
Mahendra menilai, kehadiran Danantara mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pasar modal yang sehat dan berdaya tahan, terutama di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian. OJK pun menyambut positif langkah tersebut karena sejalan dengan upaya penguatan struktur pasar modal nasional.
“Yang terpenting adalah bagaimana investasi ini dilakukan secara konsisten dan terukur, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan pasar modal dalam jangka menengah dan panjang,” tegas Mahendra.
Sebelumnya, Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani juga merespons kebijakan yang disampaikan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menilai laporan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena menjadi salah satu faktor yang memicu penghentian sementara perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rosan menegaskan, MSCI merupakan acuan utama bagi investor global dalam menempatkan dana di berbagai negara, sehingga setiap catatan dan evaluasi yang disampaikan memiliki dampak signifikan terhadap persepsi pasar.
“Oleh karena itu, respons cepat dan terukur dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor serta stabilitas pasar modal domestik,” ucapnya di Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (29/1).
Tinggalkan Komentar
Komentar