periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalukan pertemuan dengan Managing Director and Chief Knowledge Officer World Bank Paschal Donohoe di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (29/1). Pertemuan tersebut membahas potensi serta penguatan kerja sama antara Indonesia dan Bank Dunia.

Purbaya mengatakan bahwa kunjungan Paschal bersama tim bertujuan untuk mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi strategis ke depan. 

Dalam kesempatan tersebut, Paschal Donohoe mengungkapkan harapannya agar World Bank dapat berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan Indonesia, khususnya di tengah tantangan kondisi global yang semakin kompleks.

"MD Donohoe menyampaikan harapannya agar worldbank dapat berperan lebih banyak dalam mendorong pembangunan Indonesia, terutama di tengan kondisi global yang penuh tantangan saat ini," kata Purbaya dikutip dari Instagram @menkeuri, Kamis (29/1).

Bendahara negara itu pum mengapresiasi inisiatif dan dukungan yang terus diberikan oleh World Bank kepada Indonesia. Keduanya juga sepakat untuk terus menjaga serta memperkuat sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini.

"Pada kesempatan ini, keduanya juga sepakat untuk terus menjaga dan menguatkan sinergi yang sudah terjalin dengan baik selama ini," tuturnya.

Sebagai informasi, Purbaya menegaskan prediksi Bank Dunia (World Bank) mengenai potensi pelebaran defisit anggaran tidak perlu dikhawatirkan. Menurut dia,  pengelolaan APBN sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah.

"Ya suka-suka dia (bank dunia). Dia prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa. Tapi kan selama ini juga sering meleset. Begini kalau APBN kan di bawah kendali kita, bukan market yang jalan sendiri," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (18/12).

‎Purbaya menjelaskan, besar kecilnya defisit sangat bergantung pada kebijakan pembiayaan pemerintah dalam mengendalikan belanja serta meningkatkan pendapatan negara, baik dari sektor pajak, bea dan cukai, maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menurut bendahara negara itu, pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan struktural, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan. Reformasi sistem perpajakan terus berjalan, sementara kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lapangan.

"Jadi yang dilakukan oleh World Bank adalah prediksi ceteris paribus. Dalam keadaan seperti sekarang, enggak ada apa-apa, enggak ada perbaikan. Prediksi makroekonomi itu berdasarkan past behavior dari sistemnya," tutupnya.