periskop.id - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah menarik perhatian pasar. Analis menilai saham perseroan memiliki potensi kenaikan signifikan di 2026 hingga sekitar 64% seiring dengan ekspansi agresif dan penguatan fundamental di sektor infrastruktur digital.

"Fokus INET pada proyek strategis seperti kabel laut Jakarta-Batam-Singapura berkapasitas 20 terabit per detik (Tbps) serta jaringan fiber to the home (FTTH) Bali-Lombok dengan target 2 juta home passes menjadi pendorong utama prospek pertumbuhan," tulis Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset bertajuk 2026 Year of Fire Horse Outlook dikutip Rabu (18/2)

Adapun INET ditempatkan sebagai salah satu saham pilihan utama, menyarankan beli dengan target harga Rp630 per saham. Pada perdagangan terakhir, saham INET menguat 2,1% ke level Rp384. Meski secara year to date masih terkoreksi 17,6%, dalam sepekan terakhir saham ini melonjak 17,7%, memperlihatkan daya tariknya di mata investor.

Dengan harga saat ini, potensi kenaikan diperkirakan mencapai sekitar 64%. Ekspansi INET bergerak cepat melalui anak usaha, memanfaatkan kapasitas jaringan yang telah terserap sekitar 50% untuk membuka peluang pendapatan berulang (recurring income) jangka menengah.

Perseroan memperluas lini bisnis ke segmen FTTH B2C, FTTH contracting dan IRU kabel laut atau hak penggunaan kapasitas kabel bawah laut. Selain itu, proyek FTTH contracting mendukung pembangunan jaringan milik PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge dengan menargetkan 2 juta homepass hingga 2028 dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp540 miliar.

"INET akan mendukung pembangunan jaringan milik PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga 2028 dan nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp540 miliar," lanjut riset yang sama

Sementara itu, proyek IRU kabel laut siap berjalan mulai April 2026 dengan total kapasitas 20 Tbps di mana 10 Tbps telah dikunci oleh WIFI sebagai pelanggan utama dan sisanya akan dipasarkan ke penyedia jasa internet lain. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp250 hingga 350 miliar.

"Nilai investasi proyek ini diperkirakan berkisar Rp250 miliar hingga Rp350 miliar," bunyi riset tersebut

Dengan strategi ekspansi agresif, proyek-proyek besar yang sudah terencana dan pangsa pasar yang terus tumbuh INET terlihat siap menjadi salah satu saham primadona di sektor infrastruktur digital sepanjang tahun ini.