periskop.id - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY Indonesia mengumumkan rencana untuk membagikan dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025. Langkah ini akan diajukan untuk mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang.
"Kami dengan senang hati mengumumkan rencana pembagian dividen yang akan diajukan untuk disetujui dalam Rapat UmumPemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kinerja laba Perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Direktur Utama MR DIY Indonesia Edwin Cheah dalam keterangannya Jumat (13/3).
Sejalan dengan itu, MR DIY sebelumnya menutup tahun 2025 dengan mencatatkan akselerasi pertumbuhan kinerja pada kuartal IV, menegaskan ketangguhan model bisnis berbasis nilai (value-driven) di tengah dinamika kondisi makroekonomi.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp338,6 miliar, meningkat 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan produktivitas operasional serta disiplin pengelolaan biaya. Momentum positif ini menegaskan performa kuat perusahaan menjelang akhir tahun.
Kinerja Tahun Buku 2025
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16,7% YoY menjadi Rp7,9 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh relevansi penawaran produk yang tepat dengan kebutuhan masyarakat, didukung eksekusi operasional yang disiplin di seluruh jaringan toko MR DIY yang terus berkembang pesat.
Selain itu, dalam rangka memperkuat kehadirannya di seluruh Indonesia,MR DIY telah berhasil membuka sebanyak 272 toko baru sepanjang 2025. Pencapaian yang melebihi target ekspansi ini, diraih dengan tetap menjaga alokasi modal secara disiplin.
Ekspansi ini didukung oleh kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas internal yang solid. Tercermin dari arus kas operasional yang meningkat 70,2% YoY menjadi Rp1,3 triliun. Tidak berhenti di situ, MR DIY juga mempertahankan gearing ratio yang sehat yakni 0,4x.
Pertumbuhan juga terus dipacu oleh kebutuhan konsumsi yang bersifat rutin sepanjang tahun, di luar momen musiman maupun hari raya, seiring keluarga Indonesia yang mengandalkan produk kebutuhan rumah tangga yang terjangkau dan mudah diakses.
Dengan demikian, Edwin mengatakan pihaknya tetap optimistis terhadap prospek industri ritel di Indonesia, yang didorong oleh ketahanan konsumsi rumah tangga dan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk yang memiliki nilai tambah maupun nilai guna.
Melihat penetrasi ritel yang masih relatif rendah di berbagai wilayah, MR DIY memanfaatkannya sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar melalui ekspansi yang disiplin, eksekusi operasional yang konsisten, serta fokus berkelanjutan pada keterjangkauan harga dan aksesibilitas.
“Kami yakin, dengan strategi yang terukur, MR DIY Indonesia dapat terus melayani lebih banyak keluarga, sekaligus menghadirkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” tutup Edwin.
Tinggalkan Komentar
Komentar