periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan aktivitas perdagangan saham di pasar modal tetap tinggi meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sejak awal tahun 2026.
Nilai transaksi harian rata-rata bahkan tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Data BEI menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai sekitar Rp29 triliun per hari hingga Maret 2026.
"Kita melihat bahwa per 6 Maret tercatat ada 29 triliun per hari untuk RNTH kita. Jadi masih meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun 2025," ucap Analisis Ekonomi dan Unit Kajian BEI Anita Kesia Zonebia dalam agenda Edukasi Wartawan IDX Market Update secara online Kamis (12/3).
Selain itu, komposisi transaksi investor di pasar modal menunjukkan dinamika sepanjang periode 2020 hingga awal 2026. Secara umum, investor domestik masih mendominasi aktivitas perdagangan dibandingkan investor asing.
Pada 2020, nilai transaksi investor tercatat sekitar Rp9,2 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat pada 2021 menjadi sekitar Rp13,7 triliun dan 14,7 triliun di 2022. Memasuki tahun 2023, transaksi sempat berada di kisaran Rp10,7 triliun hingga Rp12,9 triliun di 2024 sebelum kembali naik mencapai sekitar Rp18,1 triliun di 2025. Tren transaksi tetap berlanjut hingga Januari 2026 mencapai Rp24,9 triliun.
"Dan ini angkanya juga jauh melebihi angka yang kita saksikan pada saat pandemi. Tapi ini memang peningkatannya cukup impresif. Dan ini juga didukung oleh berbagai macam tambahan atau berbagai macam pertumbuhan yang kita saksikan di investor lokal maupun investor luar negeri," lanjut Anita.
Selanjutnya, komposisi kepemilikan investor di pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik sejak 2020 hingga Januari 2026. Investor institusi asing masih memegang porsi terbesar, meski tren menurun secara bertahap, dari puncaknya 49,1% pada 2020 menjadi 41,9% pada Januari 2026.
Sementara itu, investor institusi lokal tetap stabil sebagai penopang pasar, berkisar antara 37,8% di tahun 2020 hingga 41,2% di Januari 2026 menunjukkan ketahanan institusi domestik dalam menjaga likuiditas. Kemudian, pertumbuhan investor ritel. Partisipasi masyarakat umum meningkat dari 13,1% di 2020 menjadi 16,8% pada Januari 2026.
"Jadi bisa dibilang meskipun memang indeks kita mengalami gonjang-ganjing ya, volatilitas dan memang menurun di sepanjang tahun ini secara year to date.Tapi nilai transaksi kita memang masih terbilang aktif," pungkas Anita.
Tinggalkan Komentar
Komentar