Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan sesi I Rabu (17/6) setelah sempat dibuka menguat di awal sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, indeks terkoreksi 0,84% atau terpangkas 52,49 poin ke level 6.202,46.

Tekanan datang dari hampir seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona merah. Sektor perindustrian mencatat penurunan terdalam sebesar 2,15%, disusul energi 1,97%, dan transportasi 1,45%.

Advertisement

Sektor teknologi ikut tergerus 1,29%, sementara barang baku melemah 1,25% dan keuangan turun 1,18%. Properti dan real estate juga terkoreksi, meski lebih tipis di angka 0,80%.

Dua sektor lain yang turut melemah adalah barang konsumer non primer sebesar 0,77%, diikuti kesehatan dan infrastruktur yang masing-masing turun 0,33%.

Di tengah tekanan meluas tersebut, hanya sektor barang konsumer primer yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,52%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume saham yang berpindah tangan di BEI mencapai 22,06 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp16,31 triliun sepanjang sesi I.

Sebanyak 394 saham menjadi pemberat indeks, sedangkan 275 saham lainnya masih mampu menguat dan 144 saham bergerak stagnan.

Di jajaran top losers LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin dengan penurunan 5,04% ke Rp700 per saham. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyusul di posisi kedua, melemah 4,52% ke Rp1.690 per saham.

Posisi ketiga ditempati PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang terkoreksi 3,92% ke level Rp1.595 per saham.

Di sisi berlawanan, top gainers LQ45 dipimpin PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melonjak 4,88% ke Rp645 per saham. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 3,43% ke Rp905, sementara PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 2,25% ke Rp1.590 per saham.