periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pasar Surat Berharga Negara (SBN) melanjutkan perbaikan kinerja pada kuartal IV tahun 2025. Hal tersebut telihat pada yield SBN 10 tahun menurun ke 6,41% dari akhir tahun 2024 yang masih di atas 7%. 

"Jadi, turun 36 basis poin dibandingkan akhir triwulan III 2025 di 6,36% atau 100 basis poin dari 7,01% di akhir tahun 2024," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Jakarta, Selasa (27/1). 

Menurut Purbaya kinerja positif ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap instrumen pemerintah dengan tata kelola fiskal yang prudent.

Sementara itu, di tengah tekanan global dan moderasi harga komoditas, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjalankan peran strategis sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. 

"APBN bekerja keras dalam meredam guncangan melalui belanja efektif," tambah Purbaya.

Bendahara Negara itu menyebut dukungan APBN juga diperkuat dengan sinergi kebijakan bersama BI, OJK, dan LPS. Tercatar hingga akhir kuartal IV 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari APBN. 

Sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dari APBN. Dengan demikian, APBN mencatatkan defisit sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92% dari PDB, dan keseimbangan primer tercatat negatif sebesar Rp180,7 triliun.