banner-sheroes-yoga
Keuangan

DPR, OJK, dan BEI Sepakat Geber Reformasi Integritas Pasar Modal

Pimpinan DPR, OJK, dan direksi baru BEI sepakat melanjutkan reformasi integritas pasar modal. Pembenahan tata kelola menjadi kunci utama perlindungan bagi para investor domestik.

Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dalam Konferensi Pers di Jakarta
Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (18/6). Foto oleh Periskop.id/Rheza
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyepakati komitmen penguatan integritas ekosistem pasar modal bersama otoritas keuangan serta manajemen baru bursa saham. Kesepakatan strategis ini bakal menjadi landasan utama untuk membenahi sistem investasi nasional agar jauh lebih transparan.

Pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad memaparkan, DPR baru saja menyelesaikan diskusi mendalam terkait perbaikan regulasi bursa. Pihaknya secara khusus mendesak lembaga pengawas keuangan agar lebih memperketat sistem pemantauan perlindungan pemodal pada masa mendatang.

"Beberapa kesepakatan tadi telah kami dapatkan titik temu untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depan," ujar Dasco dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (18/6).

Langkah pembenahan fundamental tersebut dikonfirmasi langsung oleh Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK mewajibkan jajaran kepengurusan anyar bursa untuk memprioritaskan praktik operasional yang bersih dari penyimpangan.

"Semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia bisa melaksanakan tugasnya," tegas Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Perbaikan sistem pengawasan berlapis ini, menurut Kiki, dirancang agar lantai bursa domestik mampu memberikan kenyamanan maksimal. Fasilitas transaksi modal dinilai harus bisa menjadi wadah tepercaya bagi para pembeli saham maupun korporasi pencari dana segar.

Gayung bersambut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik merespons positif tuntutan penegakan disiplin manajerial tersebut. Ia berjanji akan meneruskan langkah pembenahan internal yang telah berjalan intensif selama beberapa bulan ke belakang.

"Tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan empat bulan terakhir ini," ungkap Jeffrey.

Bos bursa saham itu juga berambisi mendongkrak level keterbukaan informasi guna memulihkan kepercayaan publik secara luas. Selain itu, manajemen berencana memperkuat instrumen investasi dari sisi masuknya emiten baru maupun dorongan partisipasi investor lokal.

"Sehingga potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia akan dapat kita wujudkan segera," pungkasnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sufmi Dasco Ahmad dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.