periskop.id - Pertandingan pamungkas Grup B Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Swiss vs Kanada berakhir dengan drama yang menegangkan.
Bertanding di hadapan publik sendiri di Stadion BC Place, Vancouver, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, sang tuan rumah Kanada harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor tipis 2-1.
Kemenangan ini memastikan Timnas Swiss keluar sebagai juara Grup B sekaligus mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Di sisi lain, meski menelan kekalahan, Kanada tetap mengukir sejarah baru dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sebagai runner-up grup.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi tinggi langsung menyelimuti pertandingan. Kedua tim bermain terbuka lantaran sama-sama mengincar posisi puncak klasemen demi mendapatkan rute yang lebih menguntungkan di babak sistem gugur.
Kanada, yang dimotori oleh Jonathan David dan Cyle Larin di lini depan, mencoba menekan lewat kecepatan sektor sayap.
Namun, lini pertahanan Swiss yang digalang oleh Manuel Akanji tampil begitu disiplin. Kiper Swiss, Gregor Kobel, juga beberapa kali melakukan penyelamatan krusial untuk mengamankan gawangnya.
Jual beli serangan terus terjadi, namun efisiensi di sepertiga akhir lapangan menjadi masalah bagi kedua tim. Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki paruh kedua, Swiss melakukan kejutan instan. Babak kedua baru berjalan 39 detik, gawang Kanada yang dikawal Maxime Crepeau langsung bobol.
Bermula dari skema serangan cepat dari sisi kanan, Johan Manzambi mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.
Ruben Vargas yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan sepakan kaki kanan jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-0 untuk Swiss.
Tertinggal satu gol membuat organisasi permainan Kanada sedikit longgar. Swiss memanfaatkan momentum ini pada menit ke-57.
Lewat serangan balik cepat, Luqa Jaquez melepaskan umpan terobosan cerdik kepada Breel Embolo.
Embolo kemudian mengoper bola kepada Johan Manzambi yang dengan tenang melepaskan tembakan kaki kanan.
Bola sempat mengenai tangan Crepeau sebelum akhirnya meluncur deras ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 2-0.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, merespons ketertinggalan dengan melakukan perubahan taktis, termasuk memasukkan Promise David pada menit ke-74. Keputusan ini terbukti jitu.
Hanya berselang 73 detik setelah menginjakkan kaki di lapangan, Promise David berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 lewat sebuah tendangan voli memanfaatkan umpan manis dari Nathan Saliba. Gol ini sontak membuat seisi Stadion BC Place kembali bergemuruh.
Di sisa waktu pertandingan termasuk 6 menit injury time, Kanada mengurung lini pertahanan Swiss lewat umpan-umpan lambung.
Peluang emas didapat oleh Alistair Johnston dan Derek Cornelius di menit-menit akhir, namun kegemilangan Gregor Kobel di bawah mistar gawang memastikan keunggulan 2-1 Swiss bertahan hingga laga usai.
Dengan hasil ini, Swiss kokoh di puncak klasemen Grup B dengan koleksi 7 poin (hasil sekali imbang melawan Qatar, dan dua kemenangan atas Bosnia-Herzegovina serta Kanada).
Sementara itu, Kanada menemani Swiss ke babak 32 besar sebagai runner-up dengan 4 poin, unggul selisih gol dari Bosnia-Herzegovina yang di pertandingan lain menang 3-1 atas Qatar.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar