Periskop.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Warehouse Hilirisasi Perkebunan dengan teknologi bioreaktor yang mampu mengubah minyak sawit mentah (CPO) menjadi biosolar B100 di ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII, Gorontalo. Inovasi ini diusung sebagai solusi energi alternatif berbasis komoditas domestik sekaligus upaya menekan impor bahan bakar minyak.

Teknologi tersebut dihadirkan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), bersama Direktorat Jenderal Perkebunan serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Advertisement

"Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi nasional berbasis sumber daya domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," kata Kepala BRMP Fadjry Djufry dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Fadjry menegaskan, pengembangan teknologi hilirisasi perkebunan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor pertanian Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan energi dan pangan ke depan.

Ia juga memaparkan, modernisasi pertanian kini tidak lagi terbatas pada peningkatan produksi semata. Fokus telah bergeser ke arah hilirisasi dan pemanfaatan teknologi agar komoditas perkebunan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

"Inovasi seperti bioreaktor CPO menjadi B100 adalah contoh nyata bagaimana riset dan teknologi dapat menjawab kebutuhan energi nasional," ujar Fadjry.

Kehadiran Warehouse Hilirisasi Perkebunan di PENAS XVII dinilai sebagai sarana penting untuk mempercepat transfer teknologi kepada petani, penyuluh, dan pelaku usaha di berbagai daerah.

PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo menjadi panggung strategis bagi Kementan untuk mendemonstrasikan langsung teknologi tersebut kepada para pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia.