Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perkembangan terbaru pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Hingga 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 7 perusahaan telah resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp2,16 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat 4 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” merujuk data BEI per 31 Juli 2026.

Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 2 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar, tidak terdapat perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta 2 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Berdasarkan sektornya, perusahaan dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor healthcare sebanyak 2 perusahaan, sektor industrials sebanyak 1 perusahaan, serta sektor consumer non-cyclicals sebanyak 1 perusahaan.

Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 115 emisi dari 62 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp104,11 triliun.

Saat ini, terdapat 15 emisi dari 11 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS.

Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor energi sebanyak 3 perusahaan, sektor basic materials sebanyak 2 perusahaan, sektor financials sebanyak 2 perusahaan, sektor infrastruktur sebanyak 2 perusahaan, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals dan industrials.

Sementara itu, hingga 31 Juli 2026 tercatat terdapat 15 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp15,85 triliun.

Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.