periskop.id - Direktur Operasi & Transformasi ASDP Rio Lasse mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal, mulai dari kesiapan armada hingga manajemen sumber daya manusia, guna menghadapi lonjakan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan di lapangan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap perubahan operasional," tutur Rio dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (26/11).

Langkah agresif ASDP ini dilakukan untuk merespons proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, sebelumnya memperkirakan pergerakan masyarakat tahun ini akan melonjak lebih dari 4 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Aan menegaskan operasi Nataru kali ini tidak boleh hanya dianggap sebagai rutinitas tahunan biasa. Manajemen penanganan harus dijalankan secara khusus demi menjamin keamanan dan kenyamanan publik.

Sejalan dengan arahan tersebut, pemerintah telah menyiapkan skema pelayanan terdistribusi. Pelayanan ini dipusatkan di tiga pelabuhan Merak dan tiga pelabuhan Bakauheni untuk memecah konsentrasi massa.

ASDP turut berkontribusi menjaga kelancaran rantai pasok melalui strategi rekayasa lalu lintas darat yang krusial.

Sebagian arus kendaraan logistik akan dialihkan jalurnya melalui Pelabuhan Jangkar dan Lembar menuju Lombok.

Strategi pengalihan ini bertujuan mengurangi tekanan beban lalu lintas darat di Pulau Bali. Wilayah tersebut secara historis selalu menjadi titik tersibuk dan rawan macet saat musim libur akhir tahun.

Selain manajemen lalu lintas, ASDP mengandalkan teknologi untuk pengawasan. Sistem digitalisasi tiket Ferizy dan pemantauan waktu nyata (real-time) di setiap titik pergerakan diaktifkan untuk mengantisipasi lonjakan massa.

Aspek keselamatan pelayaran juga menjadi prioritas utama. ASDP memperketat Prosedur Operasi Standar (SOP) menyusul peringatan dini dari BMKG.

Peringatan tersebut terkait prediksi cuaca ekstrem, khususnya potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di Selat Bali pada akhir tahun.

Rio optimistis, dengan persiapan menyeluruh dan layanan terakomodasi, operasional lintas penyeberangan selama Nataru 2026 akan berjalan aman dan terkendali.

“ASDP berdiri di garis terdepan untuk menghadirkan perjalanan yang selamat dan nyaman bagi masyarakat. Kami terus memperkuat koordinasi dan pelayanan agar mobilitas publik dan distribusi logistik berjalan tanpa hambatan,” ucap Rio menutup keterangannya.