periskop.id - PT Jasa Marga mengumumkan penutupan sementara operasional Jalan Tol Bali Mandara selama 32 jam. Kebijakan penghentian akses kendaraan ini bertujuan menghormati perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 di Pulau Dewata.

"Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Pulau Bali, selama periode tersebut operasional tol akan dihentikan sementara dan akan kembali berjalan normal setelah rangkaian Hari Raya Nyepi berakhir," tulis PT Jasa Marga melalui akun Instagram @official.jmnusantara, Selasa (17/3).

Jadwal penutupan akses bebas hambatan tersebut mulai berlaku efektif pada tanggal (18/3) malam pukul 23.00 WITA. Ruas tol ini baru akan kembali beroperasi normal pada tanggal (20/3) pagi pukul 07.00 WITA.

Penghentian seluruh aktivitas jalan tol mencakup penutupan total akses masuk maupun keluar bagi semua jenis kendaraan. Langkah ini merupakan prosedur rutin tahunan pengelola mendukung kekhidmatan pelaksanaan tradisi hening total di Bali.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menyesuaikan rencana perjalanan serta memperhatikan jadwal penutupan yang berlaku," lanjutnya.

Imbauan penyesuaian jadwal perjalanan ini sangat penting bagi masyarakat umum maupun wisatawan. Langkah antisipasi bertujuan menghindari potensi keterlambatan atau kendala mobilitas saat masa penutupan berlangsung.

Durasi penutupan jalan tol lebih dari 24 jam ini memiliki tujuan teknis tersendiri. Operator memastikan kondisi rute benar-benar steril dari lalu lintas kendaraan sebelum hingga sesudah peringatan Nyepi.

Pelaksanaan sterilisasi jalur sejalan dengan esensi spiritual perayaan hari besar umat Hindu tersebut. Suasana hening dapat terjaga secara optimal tanpa gangguan kebisingan aktivitas transportasi.

Hari Raya Nyepi selalu identik dengan penerapan tradisi Catur Brata Penyepian secara sangat ketat. Aturan spiritual ini mencakup larangan menyalakan api atau listrik (amati geni) serta larangan bekerja (amati karya).

Aturan penyepian lainnya meliputi larangan bepergian keluar rumah (amati lelungan) serta larangan mencari hiburan (amati lelanguan). Seluruh sektor transportasi darat, laut, hingga udara otomatis berhenti beroperasi.

Pengguna jalan diharapkan terus memantau pembaruan informasi resmi dari pihak pengelola. Langkah pemantauan ini krusial demi memastikan kelancaran perjalanan pascaberakhirnya periode penutupan tol.

Operasional layanan Jalan Tol Bali Mandara akan langsung kembali berjalan seperti biasa begitu seluruh rangkaian Nyepi usai. Kendaraan bisa melintas normal sesuai jadwal pembukaan akses pada pagi hari.