Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau agar pemudik tidak melakukan perjalanan kembali ke ibu kota secara serentak. Hal ini menurutnya agar tidak menimbulkan kepadatan arus lalu lintas dalam arus balik. 

“Kami mengimbau bagi warga yang nanti kembali ke Jakarta, karena ini liburnya panjang, tidak semua kemudian harus bertumpuk di awal,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa (17/3). 

Ia juga mengimbau agar warga yang mudik dan ingin membawa sanak saudaranya ke Jakarta setelah Lebaran, tidak memberikan iming-iming yang tak pasti untuk mengadu nasib di ibu kota.

“Jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta,” ucap Pramono dalam sambutannya saat melepas keberangkatan bus program Mudik Gratis di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Kendati demikian, dia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi. Dia menegaskan bahwa Jakarta terbuka bagi siapa saja. 

Namun, dia mengharapkan orang-orang yang hendak mengadu nasib ke Jakarta, memiliki kemampuan untuk bekerja. “Karena kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan, baik-baik saja, ternyata tidak. Harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu,” kata Pramono.

Mudik Gratis
Seperti diketahui, Pramono bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melepas keberangkatan 744 unit bus mudik gratis di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo juga melaporkan pelaksanaan mudik gratis pada Senin, 16 Maret 2026, berupa pemberangkatan truk pengangkut sepeda motor sebanyak 388 unit dari terminal Pulo Gadung, menuju lima kota tujuan di Pulau Jawa.

Sementara pada Selasa, diberangkatkan peserta mudik gratis menuju 20 kota tujuan yang tersebar di enam provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

“Jumlah armada yang disiapkan pada layanan mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 744 unit bus, di mana sebanyak 660 bus merupakan anggaran dari APBD dan 83 bus merupakan CSR, BUMD, dan swasta di Jakarta,” papar Syafrin.

Lebih lanjut, dia merinci dalam program tersebut, dialokasikan 400 unit bus untuk arus mudik dengan kapasitas penumpang 18.813 penumpang dan arus balik sebanyak 344 bus dengan kapasitas 16.199 penumpang.

Dengan demikian, total jumlah penumpang yang diangkut pada program mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 35.012 orang. Selain keberangkatan bus program Mudik Gratis, dia mengatakan ada pula bantuan dari Baznas Bazis DKI Jakarta berupa enam unit bus bagi penyandang disabilitas.

“Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan perjalanan, seluruh armada yang digunakan dalam program mudik gratis tahun 2026 telah dilakukan inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check. Demikian pula dengan pramudi, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif,” ungkap Syafrin.

Selain mudik, pemprov DKI juga menggelar program mudik gratis serta arus balik gratis. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan program balik gratis dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026, untuk pemberangkatan dari lima kota menuju terminal Pulo Gadung.

“Selanjutnya, pada Kamis, 26 Maret 2026, pemberangkatan peserta mudik balik gratis menuju terminal Pulo Gebang dari 20 kota di Indonesia,” ujar Syafrin.

Pada tahun ini, tema yang diambil oleh Pemerintah DKI Jakarta adalah "Mudik Gratis dari Jakarta untuk Keluarga". Tema ini mengingatkan pada kita semua bahwa mudik bukan hanya sekadar perjalanan pulang, tetapi momentum untuk merawat silaturahmi,” kata Pramono saat dijumpai di Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Pram itu mengaku bersyukur program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta. Ia menyebutkan jumlah peserta pada 2026 naik 34% dibandingkan 2025.