periskop.id - Langkah tersebut memicu sorotan publik karena dianggap tidak selaras dengan situasi darurat yang sedang berlangsung. Di tengah ribuan warga yang harus mengungsi dan infrastruktur daerah yang terdampak, keberangkatan Mirwan menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas dan tanggung jawab seorang kepala daerah dalam menghadapi krisis. 

Kontroversi semakin menguat setelah terungkap bahwa permohonan izin umrahnya sempat ditolak Gubernur Aceh karena provinsi berada dalam status darurat bencana sehingga keputusan tersebut memantik kritik dan perdebatan luas di ruang publik.

Profil Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan

Mirwan MS lahir di Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan, pada 9 Maret 1975. Ia merupakan sosok politikus yang sebelumnya berkecimpung di dunia bisnis sebelum akhirnya terjun ke pemerintahan.

Pendidikannya dimulai di SDN 1 Peulumat pada 1983-1989, kemudian berlanjut ke SMP Labuhanhaji Timur pada 1989-1992, setelah itu menempuh pendidikan di STMN 1 Banda Aceh pada 1992-1995. Mirwan kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari STIE ISM pada 2014 dan melanjutkan studi magister Ilmu Politik di Universitas Nasional (Unnas) yang diselesaikannya pada tahun 2021.

Mirwan memiliki pengalaman kerja lebih dari dua puluh tahun di berbagai perusahaan. Ia pernah bekerja sebagai:

  • Pelaksana di Husni Utama Group (1995-1997) dan PT Alfindo Jaya Abadi Jakarta (1998-1999). 
  • Pengawas di PT Lampiri Jakarta Utara dari 1999 hingga 2021. 
  • Direktur PT Ariesta (2002–2011), Direktur PT Desindo/Fesindo Putra Mandiri (2011-2014), Direktur PT Ariesta Motor Showroom sejak 2010. 
  • Komisaris PT Ariesta Aldundo Venturer sejak 2011.

Di luar pekerjaan profesional, Mirwan aktif dalam kegiatan sosial sebagai pembina dan penasehat sejumlah yayasan, termasuk Panti Asuhan Payung Agung, Mizan, YPI, PEPPAS Jakarta, PM LATIM, dan IKAMAS Jakarta.

Dalam dunia politik, Mirwan pertama kali maju pada Pilkada Aceh Selatan 2018 meski belum berhasil. 

Ia kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2024 bersama Baital Mukadis, diusung oleh Partai Gerindra, dan memenangkan pemilihan dengan sekitar 51 ribu suara atau 36 persen suara sah.

Harta Kekayaan Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan

Melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 1 Oktober 2024, Mirwan MS tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp25,96 miliar. Rinciannya sebagai berikut:

1. Tanah dan Bangunan – Rp21,88 miliar

Aset ini mencakup beberapa properti di Jakarta Timur dan Aceh Barat Daya, di antaranya:

  • Rumah 95/172 m² di Jakarta Timur senilai Rp1,45 miliar
  • Tanah 579 m² di Aceh Barat Daya senilai Rp868,5 juta
  • Tanah/bangunan 517/312 m² di Jakarta Timur senilai Rp13 miliar
  • Tanah 4.283 m² di Aceh Barat Daya senilai Rp564 juta
  • Tanah/bangunan 769 m² di Aceh Barat Daya senilai Rp6 miliar

2. Kendaraan dan Mesin – Rp3,54 miliar

Aset ini terdiri dari sejumlah mobil, truk, dan alat berat, antara lain:

  • Toyota Fortuner (2017) – Rp435 juta
  • Toyota Fortuner VRZ (2021) – Rp450 juta
  • Tiga unit Toyota Rush (2020) – total Rp600 juta
  • Toyota Camry (2019) – Rp400 juta
  • Excavator Komatsu PC 200-6 (2007) – Rp450 juta
  • Dump Truck FE 74 & FE SHD – Rp380 juta
  • Serta beberapa kendaraan lainnya

3. Harta Bergerak Lain – Rp321,4 juta

4. Kas dan Setara Kas – Rp223 juta

5. Harta Lainnya – Rp710 juta

6. Hutang – Rp225 juta

Setelah dikurangi kewajiban, total kekayaan bersih Mirwan MS tetap berada di kisaran Rp26 miliar.