Periskop.id - Forbes melalui The World’s Real Time Billionaires per Kamis, 8 Januari 2026, merilis daftar orang terkaya dari berbagai dunia.
Di Indonesia, peta orang terkaya masih didominasi konglomerat lama, namun dengan dinamika bisnis yang terus berkembang seiring ekspansi di sektor energi, manufaktur, keuangan, hingga teknologi.
Berikut adalah ulasan lengkap dan runut mengenai 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan data Forbes tersebut, beserta konteks bisnis dan kinerja usaha yang menopang kekayaan mereka.
Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai US$37,3 miliar dan peringkat ke 55 dunia. Sumber kekayaannya berasal dari industri petrokimia dan energi yang menjadi tulang punggung Grup Barito.
Dari sisi kinerja keuangan, emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu membukukan pertumbuhan pendapatan hingga kuartal III 2025.
Mengacu pada laman resmi KSEI, Grup Barito mengakuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. pada 2025, yang memperkuat pendapatan bisnis petrokimia. Melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk., grup ini membangun Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride di Cilegon, Banten.
Chandra Asri juga melakukan ekspansi regional dengan mengakuisisi jaringan ritel SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Sementara itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. atau CDI Group memperkuat lini infrastruktur dan logistik, termasuk penambahan dua aset kapal.
Di sektor energi baru terbarukan, entitas PT Barito Renewables Energy Tbk. menjaga stabilitas produksi panas bumi dan mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin.
Per September 2025, kapasitas terpasang BREN mencapai 989 MW dan ditargetkan meningkat hingga 2,3 GW pada 2032, dengan proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 beroperasi komersial pada akhir 2026.
Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong berada di posisi kedua dengan kekayaan US$24,1 miliar dan peringkat dunia ke 97. Dijuluki raja batu bara Indonesia, lonjakan kekayaannya terjadi seiring menguatnya saham PT Bayan Resources Tbk. pada awal 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham BYAN pada Kamis, 8 Januari 2026, mencapai Rp17.200 per lembar, naik 9,55% dibandingkan penutupan akhir 2025.
Hartono Bersaudara
Sepasang saudara, yakni Budi Hartono dan Michael Hartono masing-masing menempati urutan ketiga dan keempat orang terkaya di dunia.
Budi memiliki kekayaan US$21,5 miliar dan berada peringkat ke 115 dunia. Ia menjadi salah satu figur sentral di industri bank dan tembakau.
Sementara itu, Michael memiliki dengan kekayaan US$20,6 miliar dan berada di peringkat ke 122. Struktur bisnis dan portofolionya sejalan dengan R. Budi Hartono, dengan kontribusi besar dari sektor perbankan, tembakau, dan investasi digital.
Kedua saudara ini membesarkan PT Djarum dari kondisi hampir bangkrut akibat kebakaran pabrik menjadi raksasa kretek nasional. Sejak 1970 an, Djarum telah menembus pasar ekspor di berbagai kawasan dunia, termasuk Australia, Eropa, Asia, hingga Amerika.
Keluarga Hartono juga melakukan diversifikasi bisnis, di antaranya meliputi Polytron, Sarana Menara Nusantara, Ranch Market, Blibli, GDP Venture, Tiket.com, Grand Indonesia, PB Djarum, hingga klub sepak bola Como 1907.
Tahir dan Keluarga
Tahir dan keluarga memiliki kekayaan bersih US$10,8 miliar dengan peringkat dunia ke 282.
Pendiri Mayapada Group ini dikenal sebagai pengusaha lintas sektor, mulai dari perbankan, kesehatan, properti, hingga pariwisata.
Selain berbisnis, Tahir juga aktif sebagai dermawan dan investor pasar modal. Beberapa saham yang terafiliasi dengannya antara lain PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA).
Tinggalkan Komentar
Komentar