Periskop.id – BYD, produsen otomotis asal China, menyatakan keseriusannya memperluas jangkauannya ke kota-kota menengah dan daerah di luar kota besar di Indonesia, utamanya luar pulau Jawa. Hal ini seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, di daerah-daerah tersebut.
"Jadi saya baru melakukan perjalanan ke daerah. Saya lihat adanya lonjakan pembelian kendaraan EV di daerah-daerah tier-2, di luar pulau Jawa khususnya, EV jadi alternatif dan solusi untuk mereka mengganti kendaraan ICE atau diesel mereka ke EV.” Ujar Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia uther Panjaitan di IIMS 2026, seperti dilansir Antara, Minggu (8/2).
Luther mengatakan, tren tersebut terlihat dari masyarakat daerah yang tidak hanya mempertimbangkan efisiensi kendaraan listrik dari sisi jarak tempuh atau konsumsi energi. Ia melihat, EV justru dipandang sebagai solusi atas persoalan ketersediaan bahan bakar yang kerap terjadi di daerah.
“Di beberapa wilayah, BBM itu langka, sementara listrik tersedia. Kendaraan listrik akhirnya dimanfaatkan sebagai alternatif solusi,” ujarnya.
Selain kelangkaan BBM, antrean panjang di SPBU di sejumlah daerah, juga menjadi alasan masyarakat beralih dari kendaraan bermesin bensin atau diesel ke EV.
Wilayah dengan peningkatan minat tersebut umumnya berada di daerah di luar kota besar, terutama di luar Jawa. Kondisi ini membuat kendaraan listrik dinilai lebih relevan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat setempat.
Efisiensi Pengeluaran
Selain itu, Luther mengungkapkan, pengguna juga merasakan keuntungan lain dari kendaraan listrik, seperti efisiensi pengeluaran harian dan manfaat dari sisi pajak. Faktor-faktor ini semakin memperkuat daya tarik EV di kota-kota menengah.
“Kemudian tentunya setelah mereka lihat dari sisi pajak, dari sisi pengeluaran keseharian itu sangat efisien. Jadi di tier-2 sekarang kami fokuskan ke jumlah jaringan kita bangun, bahkan di luar daerah dan kota-kota tier-2. Kita rencanakan dobel dari yang sudah kita dapatkan.” kata Luther.
Melihat potensi tersebut, BYD memutuskan untuk tengah memfokuskan pembangunan jaringan dan ekspansinya ke daerah-daerah di luar kota besar. Perusahaan bahkan menargetkan untuk menggandakan jumlah jaringan yang telah ada, dengan penekanan pada kota-kota menengah.
Saat ini BYD Indonesia berkomitmen untuk memiliki hingga total 150 cabang diler pada tahun 2026, demi memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Sekadar catatan, penjualan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2025 melonjak signifikan hingga mencapai 103.931 unit atau naik 14% dibanding 2024). Penjualan mobil Listrik tersebut, menyumbang lebih dari 12% dari total penjualan mobil nasional.
Merek asal China seperti BYD memimpin pasar mobil Listrik nasional. BYD Atto 1 memimpin pasar dengan 22.582 unit terjual. Disusul BYD M6 dengan 10.862 unit.
BYD bisa dibilang, menjadi merek EV dengan portofolio produk paling lengkap di Indonesia. Produknya mencakup hampir seluruh segmen, mulai dari city car, hatchback tangguh, SUV modern, hingga MPV keluarga.
Tinggalkan Komentar
Komentar