Periskop.id – Pemerintah Indonesia membidik peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028, setelah sukses menyelenggarakan Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta, 27 Januari-7 Februari.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan keberhasilan sebagai penyelenggara mendapat apresiasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Termasuk perhelatan laga final yang mempertemukan Indonesia dan Iran.
“AFC mengapresiasi, mereka sampaikan ini final terbaik yang mereka lihat, tak hanya secara kompetisi, tetapi juga dari awal kejuaraan ini berjalan. AFC sangat mengapresiasi penonton ramai semua, mereka sampaikan ini yang terbaik,” kata Erick dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/2).
Erick mengatakan, apresiasi tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah ajang futsal tingkat dunia. Pemerintah, kata dia, membuka peluang untuk mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal.
“Kami dari pemerintah melihat peluang itu. Jika memungkinkan, kami ingin mencoba mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia futsal,” ujarnya.
Namun, Erick mengakui terdapat tantangan dalam pencalonan tersebut mengingat jika Indonesia menjadi tuan rumah, artinya penyelenggaraan Piala Dunia Futsal berpotensi kembali digelar di kawasan Asia. Menurut dia, hal tersebut memerlukan komunikasi lebih lanjut dengan FIFA.
“Isunya 2028. Jika Indonesia menjadi tuan rumah, berarti Asia dua kali berturut-turut. Ini tentu perlu pembahasan dengan FIFA,” katanya.
Pada final Piala Asia Futsal 2026, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti dengan skor 4-5 setelah kedua tim bermain imbang 5-5 hingga babak perpanjangan waktu. Meski gagal meraih gelar juara, posisi runner-up menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia Futsal.
Hector Souto Sampai 2028
Sementa aitu, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar memastikan, pelatih Hector Souto akan tetap menjadi pelatih kepala timnas futsal Indonesia sampai Piala Dunia Futsal 2028.
Kepastian ini dikatakan oleh Michael setelah timnas futsal Indonesia kalah adu penalti 4-5 dari Iran, pasca kedua tim bermain imbang 5-5 sampai babak tambahan waktu, pada laga final Piala Asia Futsa 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu.
"Kontrak kan udah, udah kita perpanjang sebenarnya sampai 2028, sampai Piala Dunia," kata Michael.
Dalam kesempatan yang sama, Michael mengatakan, FFI sangat mengapresiasi perjuangan tim Garuda di Piala Asia Futsal 2026, yang mencetak sejarah karena bermain di laga final untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, laju terbaik Indonesia di turnamen ini adalah mencapai perempat final edisi 2022 di Kuwait. Capaian itu kemudian diperbaiki pada tahun ini ketika menembus semifinal, lalu mengalahkan Jepang 5-3 di babak itu, untuk mencetak sejarah lagi dengan berlaga di final.
Di final, Indonesia juga mampu menahan Iran sampai babak adu penalti, sebelum akhirnya mereka meraih gelar ke-14-nya. Laga kemarin malam adalah final kedua untuk Iran, dari 16 final yang mereka mainkan, yang diselesaikan sampai babak adu penalti.
Sebelumnya, mereka memainkan final sampai babak terakhir pada 10 tahun lalu di Vietnam. Ketika itu, mereka dikalahkan Jepang 0-3 pada babak adu tos-tosan, setelah bermain imbang 2-2.
"Ya kami sangat mengapresiasi. Dan sekali lagi di federasi futsal kita tidak pernah bicara target secara spesifik. Jadi, dari pertandingan ke pertandingan, berikan yang terbaik," ucapnya.
Ia menambahkan, pertandingan-pertandingan dengan level tinggi seperti di Piala Asia 2026 ini harus dibiasakan oleh para pemain. “Saya yakin coach Hector punya rencana ke depan untuk mempersiapkan tim kita menghadapi tim-tim kuat seperti Iran dan bahkan yang lebih tinggi lagi ke depan," tuturnya.
Lebih lanjut, Michael juga mengungkapkan rencana lebih lanjut pihaknya setelah menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026, yaitu menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Kata dia, memenangkan bidding untuk gelaran Piala Dunia Futsal 2028 mungkin akan sulit karena edisi sebelumnya terjadi di benua Asia, yaitu di Uzbekistan. Kendati demikian, kata Michael, pihaknya akan berusaha keras untuk meyakinkan FIFA mewujudkan hal ini.
"Kami akan coba bangun argumen, meyakinkan FIFA, tolong beri kami kesempatan di Indonesia karena kami punya momentum. Sayang kalau kita lewatkan. Jadi kita targetkan 2028, ini akan menjadi salah satu fokus kita juga untuk bidding Piala Dunia," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar