Periskop.id - Laju kekayaan kaum super kaya di seluruh dunia kembali mencatatkan sejarah baru. Di tengah fluktuasi pasar global, lonjakan harga saham sektor teknologi dan kenaikan nilai aset keuangan secara umum telah mendorong total kekayaan para miliarder ke level tertinggi yang pernah tercatat.

Berdasarkan laporan terbaru bertajuk "Billionaire Ambitions Report 2025" yang dirilis oleh UBS, populasi miliarder global mengalami pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir. Studi tersebut mengungkapkan bahwa terdapat 2.919 orang miliarder pada tahun 2025, angka ini melonjak 8,8% dibandingkan dengan tahun 2024 yang berjumlah 2.682 orang.

Jika dibedah lebih mendalam, struktur demografi orang-orang terkaya ini menunjukkan dinamika yang menarik. Kelompok miliarder yang tergolong sebagai perintis atau self-made billionaires tercatat sebanyak 2.059 orang pada 2025. Angka ini meningkat 9,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.877 orang.

Di sisi lain, jumlah miliarder yang mendapatkan kekayaannya melalui jalur warisan atau pewaris juga mengalami kenaikan, meskipun dengan laju yang sedikit lebih lambat. Jumlah pewaris tumbuh 6,8%, dari 805 orang pada 2024 menjadi 860 orang pada 2025.

Pertumbuhan ini berkontribusi pada total kekayaan gabungan yang kini mencapai angka fantastis, yakni US$15,8 triliun. Secara akumulatif, kekayaan mereka tumbuh 13% dalam kurun waktu 12 bulan. 

Dorongan utama dari pertumbuhan ini berasal dari meroketnya nilai kekayaan para pemain lama di sektor teknologi serta munculnya wajah-wajah baru di berbagai sektor industri lainnya.

Meskipun jumlah perintis lebih banyak, porsi harta yang berasal dari warisan tetap memegang peranan besar dalam kue kekayaan global. Dari total kekayaan US$15,8 triliun tersebut, sebesar US$4,6 triliun atau setara dengan 29,5% merupakan harta hasil warisan. 

Hal ini menunjukkan bahwa transfer kekayaan antar generasi tetap menjadi salah satu mesin utama dalam mempertahankan status miliarder di kancah dunia.

Potret Kekayaan di Indonesia

Beralih ke tanah air, laporan UBS tersebut juga memberikan gambaran spesifik mengenai kondisi kekayaan di Indonesia. Tercatat ada 27 orang miliarder di Indonesia pada tahun 2025. Total kekayaan mereka secara kolektif mencapai US$155,6 miliar atau setara dengan sekitar Rp2.611 triliun, mengacu nilai kurs 27 Januari 2026.

Profil miliarder di Indonesia sangat didominasi oleh semangat kewirausahaan. Sebanyak 85% dari total miliarder di Indonesia merupakan golongan perintis yang membangun bisnisnya dari nol.

Selain mencatat kondisi saat ini, studi UBS juga memberikan proyeksi mengenai masa depan manajemen kekayaan di Indonesia. Diperkirakan akan terjadi pergeseran besar dalam kepemilikan aset dalam beberapa tahun mendatang.

Studi tersebut mengestimasi terdapat US$114,6 miliar kekayaan di Indonesia yang dapat dialihkan atau diwariskan dalam jangka waktu 15 tahun ke depan. Fenomena ini diprediksi akan mengubah peta kepemilikan bisnis dan aset strategis di Indonesia seiring dengan masuknya generasi penerus ke dalam struktur kepemimpinan ekonomi nasional.