periskop.id - Bukan hanya sekadar aktivitas ibadah menahan haus dan lapar, ternyata puasa memiliki manfaat yang luas. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, puasa juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan mental.
Sebagian orang mungkin mengira kalau puasa justru bikin pikiran jadi kurang fokus karena perut lapar dan tubuh terasa lemas. Padahal, kenyataannya puasa justru bisa membantu otak bekerja lebih fokus dan berpikir lebih jernih.
Hal itu mungkin terlihat seperti paradoks dan sudah jadi anggapan umum di masyarakat. Namun sebenarnya, ada banyak manfaat tersembunyi dari puasa yang belum banyak disadari. Seperti ibadah lainnya, puasa juga membawa kebaikan dan manfaat bagi orang yang menjalankannya.
Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mental
Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Surabaya, Dr. Diana Rahmasari,S.Psi., M.Si., Psikolog menjabarkan beberapa manfaat penting puasa terhadap kesehatan mental.
1. Mengatasi Stres
Gangguan mental sering kali disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, seperti rendahnya kadar serotonin yang berakibat pada meningkatnya depresi dan kecemasan. Dengan berpuasa, tubuh bisa beristirahat dan melakukan pemulihan dengan mengatur kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang mengatur respons stres.
2. Meningkatkan Rasa Bahagia
Puasa juga mampu meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Protein ini memiliki peran penting dalam meningkatkan suasana hati, kewaspadaan, dan euforia. Saat puasa, hormon dopamin juga mengalami peningkatan. Hormon ini mampu meningkatkan motivasi, semangat, dan rasa bahagia.
3. Meningkatkan Kualitas Tidur
Saat puasa, ritme sirkadian juga mengalami perubahan yang positif. Ritme sirkadian bertugas mengatur siklus tidur dan bangun. Dengan adanya perbaikan ritme sirkadian selama puasa, kualitas tidur pun akan menjadi lebih baik. Kualitas yang baik berpengaruh pada pengaturan stres, kecemasan, dan depresi.
4. Mengatur Kedisplinan
Selama puasa, kita dituntut untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa selama sekitar 14 jam. Kebiasaan ini mampu melatih seseorang untuk mengendalikan diri dan mengatur emosi.
5. Meningkatkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial
Puasa mampu meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama. Saat bulan Ramadan, sering kali kita melakukan berbagi takjil untuk berbuka puasa. Saling berbagi terhadap sesama mampu meningkatkan hormon oksitosin dan serotonin yang memicu rasa bahagia karena kita merasa menjadi orang yang lebih berarti.
Tips Memaksimalkan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mental
Setelah mengetahui berbagai manfaat puasa untuk kesehatan mental, sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal. Supaya manfaatnya bisa dirasakan dengan lebih optimal, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan selama menjalani puasa.
- Niat puasa dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki kualitas ibadah, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
- Manfaatkan momen puasa dengan melaksanakan ibadah lain, seperti salat, membaca Al-Qur'an, berbagi takjil, dan bersedekah.
- Konsumsi makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik agar tubuh tetap sehat.
- Menjaga kualitas tidur dengan baik disarankan selama 7–8 jam.
- Hindari hal-hal yang meningkatkan perasaan stres. Kelola stres dengan aktivitas yang bermanfaat, seperti berolahraga atau bersosialisasi dengan teman.
- Menjaga ikatan tali silaturahmi dengan keluarga dan teman.
- Jangan berpikiran negatif karena bisa mengurangi nilai ibadah.
Tinggalkan Komentar
Komentar