periskop.id - Belakangan ini warganet di platform X membicarakan penyakit campak, mulai dari penyebab, dampak, sampai cara penularannya. Namun, semua perhatian tertuju pada selebgram sekaligus TikToker Ruce Nuenda yang kabarnya terkena campak tapi masih sempat keluar rumah.

Mendengar hal ini, Ruce pun akhirnya klarifikasi. Ia bilang awalnya tidak tahu kalau ia terkena campak. Setelah menerima banyak teguran, ia langsung kembali ke rumah. "Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat ingin opname. Dokter mengatakan cukup istirahat, minum obat, pakai salep, dan menjaga jarak dari anak saya di rumah," ungkapnya.

Ruce juga mengakui bahwa dirinya seharusnya tidak keluar rumah saat sedang sakit, bahkan hanya untuk berolahraga. Ia mengaku baru benar-benar memahami risiko tersebut setelah banyak warganet yang menegurnya.

“Seharusnya saya memang tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru benar-benar paham setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan meminta maaf,” ujarnya.

Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab penyakit campak? Lalu, apa saja risiko yang bisa ditimbulkan, bagaimana proses penularannya, serta seperti apa gejala yang biasanya muncul pada orang dewasa? Simak penjelasan di sini.

Apa Itu Campak?

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Campak atau measles merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles. Penyakit ini mudah sekali menyebar dari satu orang ke orang lain, terutama melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau bahkan ketika berbicara.

Tingkat penularannya juga tergolong sangat tinggi. Misalnya, jika ada 10 orang yang belum pernah mendapatkan vaksin campak dan berada di dekat penderita, sekitar 9 orang di antaranya berpotensi tertular virus tersebut.

Penyebab dan Faktor Risiko Campak

Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus, yaitu virus yang sangat mudah menular. Virus ini biasanya menyebar melalui cairan dari saluran pernapasan atau droplet, seperti percikan batuk, bersin, maupun air liur saat seseorang yang terinfeksi berbicara dari jarak dekat.

Selain itu, virus campak juga dapat menempel pada permukaan benda dan tetap aktif selama beberapa jam. Karena itu, seseorang bisa tertular ketika menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu tanpa sadar menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Pada orang dewasa, risiko tertular campak bisa meningkat dalam beberapa kondisi tertentu, misalnya:

  • Tinggal atau bepergian ke negara dengan kasus campak yang tinggi
  • Sedang hamil
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat penyakit seperti kanker atau HIV/AIDS
  • Tinggal serumah atau merawat orang yang sedang terinfeksi campak
  • Belum pernah mengalami campak saat kecil

Walaupun tidak terlalu sering terjadi, campak pada orang dewasa tetap bisa muncul, terutama jika seseorang belum mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) secara lengkap.

Gejala Campak 

Gejala awal infeksi campak pada orang dewasa maupun anak-anak biasanya diawali dengan batuk berdahak, pilek, demam tinggi, serta mata merah. Pada beberapa anak, juga bisa muncul bintik koplik, yaitu bintik kecil berwarna merah dengan bagian tengah putih kebiruan di dalam mulut sebelum ruam kulit muncul.

Sekitar 3-5 hari setelah gejala awal, ruam kemerahan mulai terlihat. Biasanya ruam pertama kali muncul di belakang telinga dan sekitar garis rambut, kemudian menyebar ke leher, lalu perlahan meluas ke seluruh tubuh.

Berikut beberapa gejala campak yang sering muncul:

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  • Gejala mirip pilek, seperti batuk kering, hidung berair, dan sakit tenggorokan
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
  • Demam tinggi
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada tubuh
  • Nafsu makan menurun dan tampak tidak bersemangat
  • Diare atau muntah
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut dan tenggorokan (bintik koplik)

Jika gejala-gejala tersebut muncul, terutama disertai demam tinggi dan ruam kulit, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mencegah Campak

Karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, penting untuk melakukan berbagai langkah pencegahan agar risiko tertular bisa diminimalkan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Melakukan vaksinasi campak atau MMR sebagai perlindungan utama dari infeksi.
  • Memakai masker saat berada di tempat umum atau area yang ramai.
  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum tangan benar-benar bersih.
  • Tidak berbagi barang pribadi, seperti alat makan dan minum, sikat gigi, lip balm, atau lipstik.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami demam, batuk, atau pilek.
  • Menjaga kebersihan rumah dan benda yang sering disentuh dengan membersihkannya menggunakan disinfektan.

Anjuran saat Terkena Campak agar Cepat Pulih

1. Tetap di Rumah
Penderita campak sebaiknya beristirahat di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain agar virus tidak menular.
2. Cukupi Cairan dan Istirahat
Perbanyak minum seperti air putih, jus, atau sup untuk mencegah dehidrasi. Istirahat yang cukup juga membantu tubuh melawan infeksi.
3. Makan Bergizi dan Jaga Kebersihan
Konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, rutin mencuci tangan dan membersihkan benda yang sering disentuh di rumah.