periskop.id - Belakangan ini sosok Evi Santi Rahayu menjadi perhatian publik di media sosial. Psikolog klinis tersebut menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam insiden yang terjadi di restoran Bibi Kelinci Kopitiam, Kemang, Jakarta Selatan. Peristiwa ini membuat banyak orang penasaran dengan sosok Evi, yang dikenal sebagai profesional di bidang psikologi sekaligus istri dari gitaris Zendhy Kusuma.
Kronologi Singkat Kasus
Peristiwa ini bermula saat Evi bersama suaminya diduga membawa pulang sejumlah makanan dan minuman dari restoran tersebut tanpa melakukan pembayaran. Dalam kejadian itu, disebutkan ada sekitar 14 item menu yang ikut dibawa pulang. Informasi ini kemudian cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Pada Februari 2026, Evi Santi Rahayu dan suaminya Zendhy Kusuma ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pencurian di restoran Bibi Kelinci. Untuk mendapatkan dukungan publik, Nabilah O’Brien membagikan rekaman CCTV kejadian itu di akun Instagram-nya. Namun, langkah ini justru berbalik, karena Evi dan Zendhy melaporkan Nabilah ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik sesuai UU ITE.
Pada 28 Februari 2026, Nabilah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan tersebut. Beberapa hari kemudian, pada 5 Maret 2026, Nabilah akhirnya buka suara melalui Instagram dan mengaku sempat merasa takut selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menggelar konferensi pers.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kasus ini terdiri dari dua perkara terpisah: dugaan pencurian ditangani oleh Polsek Mampang Prapatan, sedangkan dugaan pencemaran nama baik ditangani oleh Bareskrim Polri.
Profil Evi Santi Rahayu Istri dari Gitaris Zendhy Kusuma
Evi Santi Rahayu merupakan istri dari gitaris Zendhy Herdian Kusuma. Ia dikenal sebagai psikolog klinis dengan latar belakang pendidikan magister di bidang psikologi. Dalam aktivitas profesionalnya, Evi juga kerap hadir sebagai narasumber di berbagai podcast dan seminar yang mengangkat tema kesehatan mental, manajemen stres, serta hubungan interpersonal.
Evi menempuh pendidikan Sarjana Psikologi di Universitas Persada Indonesia YAI dan lulus pada tahun 2015. Setelah itu, ia melanjutkan ke program profesi psikolog di universitas yang sama, yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2020. Dengan gelar M.Psi., Psikolog, Evi kemudian mulai aktif memberikan layanan konsultasi psikologi bagi masyarakat.
Dalam kariernya, Evi Santi Rahayu telah menjalani praktik sebagai psikolog klinis selama lebih dari enam tahun. Ia memberikan layanan konsultasi baik secara langsung maupun online melalui berbagai platform digital. Sebagian besar praktik profesionalnya berlokasi di Jakarta Selatan.
Profil Zendhy Kusuma: Gitaris Internasional, Musisi, dan Guru Musik
Zendhy Kusuma dikenal sebagai gitaris berbakat yang telah berprestasi hingga kancah internasional. Selain menjadi gitaris, ia juga aktif sebagai musisi, komposer, dan guru musik. Lulusan Institut Kesenian Jakarta, Zendhy memiliki berbagai lisensi bergengsi, termasuk Licentiate of Rockschool Level (LRSL) London dan Fellowship of London College of Music (FLCM), University of West London.
Selama belasan tahun berkarier di bidang musik, Zendhy telah merilis beberapa album rock, seperti “Bloody Orange” (2014) dan “Encore” (2017). Karya populernya, “Tears of The Smile”, bahkan pernah dipentaskan di Kyoto, Jepang.
Sebagai musisi yang dihormati, Zendhy juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia, antara lain Marco Sfogli, Ron “Bumblefoot” Thal, Jeroen Simmons (EPICA), Andra Ramadhan, hingga Denny Chasmala dalam proyek The ZAD Project.
Tinggalkan Komentar
Komentar