periskop.id - Mencari oleh-oleh khas Yogyakarta untuk momen Lebaran tidak melulu soal rasa, tapi juga soal ketahanan. Apalagi jika Anda harus menempuh perjalanan mudik yang jauh atau ingin mengirimkan bingkisan hari raya untuk kerabat di luar kota. Tidak perlu bingung memilih di antara ratusan opsi oleh-oleh karena beberapa kuliner khas seperti Tasuba, Ampyang, hingga Bakpia Kering telah terbukti memiliki daya simpan yang tinggi tanpa mengurangi keaslian rasanya. Berikut adalah tujuh pilihan oleh-oleh Jogja yang paling awet dan antibasi.

1. Gudeg Kaleng

Gudeg adalah ikon kuliner Yogyakarta yang kini hadir dalam bentuk yang lebih praktis. Jika dulu membawa gudeg ke luar kota berisiko basi, kini tersedia versi kemasan kaleng yang bisa dinikmati kapan saja. Proses pengalengan ini membuat gudeg tetap autentik tanpa mengurangi rasa manis dan gurihnya yang khas. Keunggulannya tentu pada daya tahannya yang sangat lama sehingga sangat cocok dijadikan stok makanan atau oleh-oleh untuk kerabat yang tinggal jauh.

2. Bakpia Kering

Berbeda dengan bakpia basah yang hanya bertahan beberapa hari, bakpia kering mampu mempertahankan kualitasnya selama 7 hingga 10 hari. Tekstur kulitnya lebih renyah dengan isian yang tetap lembut di dalam. Variannya pun sangat beragam, mulai dari kacang hijau, cokelat, keju, hingga rasa kekinian seperti pandan dan tiramisu. Ketahanannya membuat bakpia kering menjadi pilihan favorit wisatawan yang harus menempuh perjalanan panjang agar tetap segar sesampainya di rumah.

3. Peyek Tumpuk

Berasal dari Bantul, peyek tumpuk memiliki keunikan pada proses pembuatannya yang ditumpuk di dalam wajan berisi minyak panas. Camilan ini terbuat dari tepung beras, santan, dan kacang tanah yang dibumbui bawang putih serta kencur. Melalui proses penggorengan yang matang, peyek tumpuk bisa bertahan selama 1 hingga 2 bulan. Rasanya yang gurih menjadikannya teman makan atau camilan yang sangat awet disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangan kerenyahannya.

4. Yangko

Sering disebut sebagai "mochi" khas Jogja, yangko terbuat dari tepung ketan yang memberikan tekstur kenyal dan rasa manis. Meskipun termasuk makanan semibasah, kudapan berbentuk kotak ini memiliki daya simpan yang cukup menarik, yakni berkisar antara 3 minggu hingga 1 bulan. Pilihan rasanya pun kini kian beragam, mulai dari melon hingga durian. Harga yang relatif terjangkau dan ketahanan yang cukup lama membuat yangko selalu menjadi pilihan tepat untuk oleh-oleh.

5. Ampyang

Ampyang adalah perpaduan harmonis antara kacang tanah, gula merah, dan jahe. Selain rasanya yang manis dan gurih, keunggulan utama ampyang terletak pada daya tahannya. Jika disimpan dengan tepat di tempat yang kering, ampyang bisa bertahan selama berbulan-bulan tanpa kehilangan rasa lezatnya. Camilan ini sangat populer karena memberikan sensasi hangat dari jahe, menjadikannya buah tangan yang praktis, murah, dan tentu saja tidak mudah rusak selama pengiriman.

6. Tasuba (Tahu Susu Bakso)

Tasuba menjadi alternatif menarik bagi penyuka olahan tahu. Perbedaan utamanya dengan tahu bakso biasa terletak pada teksturnya yang lebih padat dan mantap. Menariknya, meskipun dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet, tahu susu bakso ini diklaim mampu bertahan hingga enam bulan. Hal ini menjadikannya salah satu pilihan oleh-oleh protein yang sangat tangguh untuk dibawa bepergian jauh, asalkan disimpan dengan cara yang benar sesuai petunjuk kemasannya.

7. Pathilo dan Geblek Mentah

Jika Anda ingin oleh-oleh yang "pasti aman", belilah dalam kondisi mentah. Pathilo dari Gunungkidul dan Geblek dari Kulonprogo adalah pilihan cerdas. Pathilo yang terbuat dari sari pati singkong sudah dikeringkan maksimal sehingga awet disimpan berbulan-bulan. Begitu pula dengan geblek mentah yang bisa digoreng kapan saja di rumah. Dengan membawa versi mentah, Anda bisa menikmati sensasi gurih dan renyahnya camilan khas Jogja ini dalam kondisi panas dan segar.