periskop.id - Publik kini dikejutan oleh pernyataan Saiful Mujani, seorang akademisi, peneliti, guru besar Ilmu Politik, sekaligus pendiri lembaga riset dan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ucapannya viral di media sosial dan langsung memicu beragam reaksi serta perdebatan di kalangan netizen.

Ucapannya yang viral itu merupakan video saat acara halalbihalal yang digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa, 31 Maret 2026. Bertema 
“Sebelum Pengamat Ditertibkan”, forum ini turut dihadiri sejumlah tokoh politik dan hukum lain, seperti Feri Amsari dan Ubedillah Badrun.

Ramainya pernyataan Saiful Mujani yang beredar di media sosial membuat namanya jadi sorotan. Banyak publik mulai membahas dan mencari tahu siapa sebenarnya sosoknya. Berikut profil dan perjalanan kariernya.

Profil Saiful Mujani

Saiful Mujani lahir pada 8 Agustus 1962. Merupakan lulusan S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada 1989. Ketertarikannya pada ilmu politik membawanya melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Di Ohio State University, ia meraih gelar Master of Arts pada 1998 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 2003, keduanya di bidang ilmu politik. Disertasinya yang berjudul Religious Democrats: Democratic Culture and Muslim Political Participation in Post-Suharto Indonesia bahkan dinobatkan sebagai disertasi terbaik di universitas tersebut pada 2004.

Jejak Karier Saiful Mujani 

Selain itu, Saiful Mujani juga pernah mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) bersama rekan-rekannya di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Atas kontribusinya dalam bidang pemikiran sosial, ia meraih penghargaan Achmad Bakrie Award pada 2017.

Dikutip dari laman resmi Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful dikenal sebagai salah satu perintis studi politik dan kebijakan publik berbasis survei kuantitatif di Indonesia. Bahkan, Majalah Gatra pernah menjulukinya sebagai “arsitek survei opini publik di Indonesia”.

Ia juga aktif menulis di berbagai jurnal internasional bergengsi, seperti American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies.

Dalam perjalanan kariernya, Saiful pernah memimpin Lembaga Survei Indonesia pada periode 2004-2008. Ia kemudian mendirikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 2011 yang hingga kini dikenal sebagai salah satu lembaga riset dan survei terkemuka di Indonesia.

Ucapan “Jatuhkan Prabowo” Jadi Pemicu Polemik

Pernyataan Saiful Mujani dalam sebuah acara yang kemudian beredar luas di media sosial memicu kontroversi. Dalam potongan video tersebut, ia terekam mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyerukan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

“Bisa tidak kita konsolidasi untuk jatuhkan Prabowo karena menasihati Prabowo tidak ada gunanya, bisanya dijatuhkan,” ucapnya yang kemudian viral di publik.

Di sisi lain, pihak pendukung maupun rekan akademisi Saiful melihat pernyataan tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat serta bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun, para pengkritiknya menilai cara penyampaian itu telah melampaui batas etika akademis dan berpotensi memperkeruh situasi politik nasional.