periskop.id - ‎Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan percepatan rekrutmen pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini mempertimbangkan banyaknya peminat yang telah menantikan pembukaan lowongan tersebut, sekaligus kebutuhan mendesak akan tambahan tenaga operasional di lapangan.

‎Semula, proses rekrutmen direncanakan berlangsung pada Mei 2026. Namun, pemerintah memutuskan untuk mempercepat pelaksanaannya menjadi April 2026.

‎"Banyak yang nanya. Kita percepat, bisa akhir bulan ini," kata Purbaya kepada media Jakarta, Kamis (9/4). 

Ia menjelaskan, status pegawai yang direkrut bukan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Nantinya, para pegawai tersebut akan ditempatkan di lapangan untuk menangani tugas-tugas teknis operasional.

‎"Tapi bukan PNS. Ini untuk Bea Cukai yang di-design untuk yang di lapangan," jelas Purbaya. 

‎Sebelumnya, sekitar 300 formasi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis di lapangan, khususnya pada level operasional yang dinilai masih memerlukan tambahan sumber daya manusia. 

‎Purbaya menegaskan bahwa proses rekrutmen tersebut telah direncanakan sejak beberapa bulan terakhir dan kini siap untuk dieksekusi. 

‎Di sisi lain, terkait pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi (PANRB). Meski demikian, dari sisi anggaran, pembukaan CPNS tahun ini dipastikan tidak menghadapi kendala.