periskop.id - Dalam dunia akuntansi, istilah window dressing merujuk pada praktik perusahaan yang “memoles” laporan keuangan agar terlihat lebih baik sebelum dipublikasikan.

Langkah ini dilakukan dengan menyesuaikan angka-angka tertentu sehingga kinerja bisnis terlihat positif dan menguntungkan dibandingkan kondisi sebenarnya.

Window dressing di pasar modal dapat dipandang sebagai bentuk kecurangan karena melibatkan pembuatan atau penggunaan dokumen fiktif dalam laporan dan pembukuan.

Informasi yang disampaikan sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi nyata dan telah dimodifikasi agar terlihat benar dan meyakinkan. Karena itu, praktik ini termasuk dalam kategori penipuan akuntansi (fraud accounting).

Mengenal Window Dressing

Window dressing merupakan praktik yang dilakukan perusahaan atau pengelola keuangan untuk membuat laporan keuangan atau portofolio investasi terlihat lebih baik.

Biasanya, langkah ini dilakukan menjelang akhir periode pelaporan agar kinerja yang ditampilkan lebih menarik dan menguntungkan di mata para penyelenggara kepentingan, seperti investor, kreditur, dan pemegang saham.

Di sisi lain, banyak perusahaan juga melakukan window dressing menjelang akhir tahun dengan cara yang lebih sederhana. Misalnya, mereka menunda pembayaran atau mencoba mencatat pendapatan lebih cepat supaya laporan keuangan terlihat lebih baik.

Tujuan Window Dressing

Ada beberapa alasan mengapa pelaku pasar menjalankan strategi tertentu untuk meningkatkan citra kinerja mereka. Berikut penjelasannya.

1. Memperbaiki Performa Portofolio

Tujuan utamanya adalah membuat portofolio terlihat lebih baik dalam laporan dengan menambahkan saham-saham berkinerja bagus agar terkesan dikelola secara optimal sepanjang periode.

2. Membuat Kinerja Manajer Investasi Terlihat Lebih Baik

Window dressing membantu manajer investasi menjaga kepercayaan investor dengan menampilkan hasil yang terlihat optimal sehingga investor tetap bertahan dan bahkan tertarik menambah dana investasi.

3. Mendorong Persepsi Positif Pasar

Strategi ini digunakan untuk membuat saham terlihat lebih menarik, mendorong aksi beli menjelang akhir tahun, menciptakan sentimen positif di pasar, serta menarik minat investor baru, meski biasanya hanya berdampak dalam jangka pendek.

Dampak Window Dressing

Manajer investasi bertugas memastikan hasil investasi tetap optimal. Jika kinerjanya kurang baik, investor bisa beralih ke instrumen lain yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Karena itu, menjelang akhir periode pelaporan, manajer sering menyesuaikan komposisi aset agar investor tetap bertahan dan tidak memindahkan dananya.

Kelebihan dan Kekurangan Window Dressing

Kelebihan:

  • Memberikan peluang untuk trading jangka pendek
  • Bisa menjadi petunjuk saham yang diminati institusi
  • Membantu melihat arah sentimen investor besar

Kekurangan:

  • Dapat membuat harga saham menjadi kurang mencerminkan kondisi sebenarnya
  • Bisa membingungkan investor pemula karena nggak sesuai dengan fundamental
  • Berpotensi menyebabkan pergerakan harga yang tiba-tiba dan tinggi