periskop.id - Nama Jafar Hidayatullah mulai mencuri perhatian publik setelah tampil di ajang bergengsi Badminton Asia Championships 2026. Bersama pasangannya, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, ia menjadi salah satu wakil muda Indonesia di ganda campuran yang menunjukkan potensi besar di level internasional.
Pasangan unggulan ketujuh ini sukses melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Chan Yin Chak dan Ng Tsz Yau, dengan skor 21-9, 15-21, 21-15 pada babak 32 besar yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center, Selasa. Penampilan mereka yang solid menunjukkan chemistry yang semakin matang di lapangan.
Penampilan Jafar Hidayatullah di Badminton Asia Championships (BAC) 2026 menjadi momen penting yang semakin memperkenalkan namanya ke publik luas, sekaligus menunjukkan potensinya sebagai pemain masa depan Indonesia.
Lalu, bagaimana sosok Jafar Hidayatullah? Simak di bawah ini.
Profil Jafar Hidayatullah
Jafar Hidayatullah merupakan pebulu tangkis muda berbakat asal Tangerang, Banten, yang lahir pada 9 Januari 2003. Di usianya yang kini menginjak 23 tahun, ia telah menunjukkan potensi besar sebagai salah satu masa depan Indonesia di sektor ganda campuran.
Di balik perjalanan karier Jafar Hidayatullah, ada dukungan besar dari keluarga yang selalu mendampinginya sejak awal. Ia merupakan putra dari Supirman Hadi Prayitno dan Suwarsih yang terus memberi semangat dalam setiap langkahnya di dunia bulu tangkis.
Jafar sendiri sudah mulai mengenal dan bermain bulu tangkis sejak usia 5 tahun, menunjukkan kecintaannya pada olahraga ini sejak kecil. Jafar mengawali perjalanan kariernya di klub PB Power Rajawali Tangerang yang hingga kini masih menjadi tempatnya berkembang.
Perjalanan Karier dan Prestasi Jafar Hidayatullah
Perjalanan karier Jafar Hidayatullah tidak langsung mulus di satu sektor. Ia sempat memulai sebagai pemain tunggal putra, sebelum akhirnya PBSI mencoba mengembangkannya di berbagai nomor, termasuk ganda putra dan ganda campuran.
Mengutip data dari BWF, Jafar tercatat pernah menjalani tiga pertandingan di sektor tunggal putra dan dua pertandingan di ganda putra. Meski sempat mencoba beberapa sektor, perjalanan tersebut justru menjadi proses pencarian posisi terbaik dalam kariernya.
Hingga akhirnya, keputusan untuk fokus di sektor ganda campuran menjadi titik balik penting. Jafar mulai menemukan ritme permainan terbaiknya dan menunjukkan perkembangan yang signifikan, hingga kini dikenal sebagai salah satu pemain muda potensial Indonesia di level internasional.
Bersama pasangan duetnya, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Jafar Hidayatullah menunjukkan perkembangan pesat sejak 2024. Keduanya sukses mencuri perhatian lewat sejumlah prestasi membanggakan, termasuk meraih gelar juara di ajang Indonesia International Challenge dan Indonesia Masters Super 100 2024.
Selain itu, Jafar Hidayatullah bersama Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga berhasil meraih medali perunggu di ajang Badminton Asia Championships 2025 yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center. Tak hanya itu, performa konsisten mereka sepanjang musim membuat pasangan ini sukses menembus peringkat 10 besar dunia pada akhir 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar