periskop.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mengalami koreksi cukup dalam di tengah dinamika global dan proses reformasi integritas yang berlangsung di sektor pasar modal Indonesia. 

Meski demikian, Friderica menegaskan bahwa investasi di pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Menurutnya, kondisi pergerakan IHSG saat ini perlu dilihat secara lebih luas dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kuat.

"Dengan dinamika yang ada saat ini, berbarengan dengan reformasi integritas yang kita lakukan di sektor pasar modal Indonesia, kemudian juga ditambah dengan dinamika global dan sebagainya, memang kita melihat indeks harga saham kita saat ini pada posisi yang terkoreksi," ujar Friderica dalam acara KNPED, Jakarta, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat sektor keuangan dan mendukung pembiayaan ekonomi nasional. Dukungan tersebut tidak hanya berasal dari sektor perbankan, tetapi juga diperkuat melalui pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan penting bagi perekonomian Indonesia.

"Karena itu kita harus selalu melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan, dan bagaimana semua effort yang kita lakukan untuk terus mendukung pembiayaan yang juga selain disupport dari sektor perbankan, juga tentunya disupport oleh sektor-sektor lain, terutama juga dari pasar modal," jelasnya. 

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kiki sapaan akrabnya itu menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sejumlah program strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia mengatakan, seluruh pemerintah daerah diharapkan dapat sejalan dan memanfaatkan berbagai program sektor jasa keuangan untuk mendorong pengembangan ekonomi di masing-masing wilayah.
Salah satu fokus utama OJK ialah meningkatkan pembiayaan sektor jasa keuangan guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, OJK juga memperkuat ekosistem dan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Sebagai bentuk keseriusan, OJK baru saja membentuk departemen khusus pengembangan UMKM agar program yang dijalankan menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi dengan seluruh pelaku industri jasa keuangan. 

"Penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM, ini satu komitmen bersama di OJK, baru saja kita membentuk satu departemen baru khusus untuk pengembangan UMKM ini, tentu saja selama ini sudah kita lakukan, tapi ini lebih kita mau terstruktur," terang dia.

Dia menambahkan, kebutuhan pembiayaan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan sangat besar. Berdasarkan proyeksi pemerintah pada 2027, kebutuhan pembiayaan pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp8.600 triliun. 

Menurutnya, kebutuhan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan sektor perbankan, tetapi juga membutuhkan sumber pembiayaan baru, termasuk melalui pasar modal. 

"Salah satunya misalnya dari pasar modal, tadi kita waktu di meja dengan Pak Misbakun dan Bapak Ibu yang lain juga menyampaikan bagaimana contohnya misalnya pengembangan obligasi daerah, ini juga salah satu yang menjadi potensi untuk pembiayaan pembangunan di daerah," papar dia.

Di sisi lain, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas juga terus diperkuat untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional. OJK turut mendorong pengembangan sektor jasa keuangan syariah, terutama di daerah yang memiliki potensi besar dalam ekonomi syariah seperti Sumatera Barat. 

Tak hanya itu, katanya, OJK juga memperkuat program literasi dan inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang kini telah terbentuk di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. 

Menurutnya, TPAKD diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menggali potensi ekonomi daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh Indonesia. 

"Ini akan menjadi wadah dari program-program pengembangan ekonomi daerah untuk bagaimana bersama-sama mencari potensi-potensi di daerah untuk bisa kita kembangkan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah," tutup dia.