Periskop.id - Pasar dompet digital di Indonesia menunjukkan tren konsentrasi yang semakin mengerucut pada beberapa pemain besar. Berdasarkan laporan survei terbaru Jakpat tahun 2026 bertajuk "E-Wallet Consumer Patterns by Generation", persaingan di industri ini kini dipimpin oleh DANA yang berhasil mengamankan posisi sebagai platform paling populer di tanah air.

Survei yang melibatkan 1.945 responden ini mengungkap bahwa DANA mencatatkan tingkat penggunaan keseluruhan mencapai 72%. Keunggulan DANA terlihat sangat signifikan karena mampu memimpin di seluruh kelompok generasi, mulai dari usia muda hingga senior.

Di kalangan Gen Z, tingkat penggunaan DANA mencapai angka tertinggi yaitu 75%. Dominasi ini berlanjut pada kelompok milenial dengan angka 70% dan generasi X sebesar 68%. 

Jakpat menilai bahwa kemampuan DANA merangkul semua segmen usia merupakan sinyal kuat bahwa pasar dompet digital semakin didominasi oleh platform dengan penetrasi luas.

Di posisi kedua, GoPay membuntuti dengan tingkat penggunaan sebesar 60% secara total. Berbeda dengan DANA, GoPay justru memiliki basis pengguna yang lebih kuat di kalangan generasi yang lebih tua. 

Tercatat sebanyak 68% milenial dan 67% Gen X aktif menggunakan GoPay. Namun, platform ini tampak kurang diminati oleh Gen Z karena hanya mencatatkan angka penggunaan sebesar 48% di kelompok tersebut.

ShopeePay menempati urutan ketiga dengan total penggunaan 46%. Pengguna platform ini didominasi oleh kalangan milenial sebesar 49%, disusul oleh Gen Z sebesar 45%, dan Gen X sebanyak 41%.

Sementara itu, OVO mencatat tingkat penggunaan sebesar 27% secara keseluruhan. Mirip dengan pola GoPay, OVO lebih banyak diandalkan oleh generasi X dengan persentase 35% dan milenial 32%, sedangkan penetrasinya di kalangan Gen Z hanya menyentuh angka 19%. 

Di posisi terbawah, LinkAja harus puas dengan tingkat penggunaan sebesar 5 persen, di mana milenial dan Gen X menyumbang 6 persen sementara Gen Z hanya 3 persen.

Berikut adalah rincian lengkap penggunaan platform e-wallet berdasarkan generasi:

Platform E-WalletGen ZMilenialGen XTotal
DANA75%70%68%72%
GoPay48%68%67%60%
ShopeePay45%49%41%46%
OVO19%32%35%27%
LinkAja3%6%6%5%

Faktor Utama Penentu Pilihan Konsumen

Selain memetakan popularitas merek, survei Jakpat 2026 juga mengungkap pergeseran motivasi konsumen dalam memilih layanan. Jika dahulu promo bakar uang menjadi senjata utama, kini pengalaman pengguna (user experience) menjadi kunci.

Sekitar 59% responden menyatakan bahwa aplikasi yang ramah pengguna atau user friendly adalah pertimbangan paling utama dalam memilih e-wallet.

Faktor kenyamanan metode pembayaran berada di posisi kedua dengan dipilih oleh 58% responden. 

Hal menarik lainnya adalah meningkatnya kesadaran akan aspek legalitas, di mana 49% responden kini mempertimbangkan status pendaftaran resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum bertransaksi.

Berikut adalah rincian faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat:

Pertimbangan Memilih E-WalletPersentase Total
Aplikasi user-friendly59%
Metode pembayaran mudah58%
Terdaftar resmi di OJK49%
Fitur beragam dan menarik33%
Bagian dari perusahaan terpercaya22%
Promo atau reward dari platform21%
Kesan positif di media sosial20%
Rekomendasi orang terdekat17%
Sering melihat iklan di media sosial15%
Usia perusahaan (sudah berdiri lama)14%

Terdapat perbedaan preferensi yang cukup tajam antar generasi dalam memilih platform. Gen Z cenderung lebih menekankan pada kemudahan penggunaan dan estetika antarmuka aplikasi. 

Sebaliknya, generasi milenial dan Gen X menunjukkan perhatian yang lebih besar pada faktor keamanan, reliabilitas, kepercayaan terhadap reputasi perusahaan, serta kepastian status resmi dari regulator.

Temuan ini menegaskan bahwa persaingan industri dompet digital di Indonesia telah memasuki babak baru. Strategi pemasaran ke depan diprediksi tidak lagi hanya sekadar memberikan diskon, melainkan fokus pada pengembangan fitur spesifik dan penguatan ekosistem yang mampu menjaga kepercayaan konsumen lintas generasi.