periskop.id - Intel resmi memperkenalkan sejumlah inovasi terbaru untuk pasar data center, dengan prosesor Xeon 6+ dan GPU ber-nama sandi Crescent Island sebagai dua produk paling menonjol. Langkah ini menegaskan arah strategi raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut dalam menghadapi era agentic AI.

Executive Vice President dan General Manager Intel Data Center Group, Kevork Kechichan, memaparkan skalabilitas AI yang kian berkembang tidak bisa lagi bertumpu pada komponen-komponen yang berdiri sendiri. Sistem yang terkoordinasi penuh, menurutnya, menjadi keharusan, dan CPU kembali mengambil posisi sentral sebagai pengatur utama infrastruktur AI modern.

Advertisement

"Ketika AI berkembang menjadi lebih agentic, tantangan utama bergeser ke aspek orkestrasi, konkurensi, dan pergerakan data. Hal ini memperkuat realitas bahwa CPU tetap menjadi control plane bagi infrastruktur AI modern," ujar Kevork dalam keterangan resmi Intel yang dipublikasikan belum lama ini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Intel merangkum strateginya ke dalam tiga pilar inovasi utama, ditambah satu pembaruan yang menyasar segmen server kelas pemula.

Pilar pertama adalah prosesor Intel Xeon 6+, yang disebut sebagai CPU data center pertama yang dibangun menggunakan teknologi fabrikasi Intel 18A. Prosesor ini dirancang khusus untuk beban kerja cloud-native dan agentic AI berkepadatan tinggi, dengan kapasitas hingga 288 efficient-cores. Klaimnya cukup agresif: performa 2,5 kali lipat lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, efisiensi daya 45% lebih baik dari kompetitor sekelas, serta kemampuan konsolidasi server dengan rasio 9:1 yang berpotensi memangkas jejak infrastruktur dan biaya operasional secara signifikan.

Karena AI membutuhkan pergerakan data dalam skala masif, Intel turut menghadirkan pilar kedua berupa kartu jaringan controller dan adapter Ethernet Seri 800, yakni E835. Perangkat ini mendukung throughput hingga 200 GbE dengan berbagai opsi konfigurasi.

Dari sisi efisiensi daya, E835 dinilai jauh melampaui para pesaingnya. Rasio performa per watt perangkat ini diklaim 1,9 kali lipat lebih unggul dibanding Nvidia ConnectX-6 DX, serta 1,4 kali lipat lebih efisien ketimbang Broadcom BCM957508-P2100G.

Pilar ketiga, Crescent Island, menjadi bukti Intel tidak meninggalkan segmen akselerator grafis. GPU data center generasi berikutnya ini dibangun di atas arsitektur Xe 3P dan dibekali memori LPDDR5x berkapasitas hingga 480 GB, kapasitas yang dinilai krusial untuk menangani beban kerja AI berskala besar yang padat token. Desainnya yang bertumpu pada PCIe 350W juga memungkinkan pendinginan menggunakan sistem udara biasa, tanpa perlu infrastruktur pendingin khusus.

Di luar tiga pilar utama itu, Intel juga mengumumkan pembaruan bagi segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lini Intel Xeon 6300 kini hadir dengan opsi 12 core, mendobrak batas maksimal 8 core yang sebelumnya menjadi standar di kelas server pemula.

Keunggulan lain dari pembaruan ini adalah kompatibilitasnya yang bersifat drop-in terhadap desain motherboard server yang sudah ada. Artinya, pelaku UKM bisa langsung meningkatkan daya komputasi tanpa perlu merombak infrastruktur dasar yang sudah terpasang, sehingga menghemat biaya dan waktu transisi.

Peluncuran rangkaian produk ini menjadi bagian dari upaya Intel mereposisi dirinya di tengah persaingan pasar data center yang kian ketat, terutama seiring lonjakan permintaan infrastruktur AI secara global. Kehadiran Xeon 6+ sebagai CPU pertama berbasis Intel 18A sekaligus menjadi penanda babak baru dalam roadmap manufaktur semikonduktor perusahaan tersebut.