Periskop.id - Kementerian Sosial mengajukan usulan penambahan lebih dari 5.000 formasi guru dan 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Pengusulan ini dilakukan untuk mendukung perluasan program Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/4) mengatakan, penambahan personel tersebut diperlukan seiring dengan target peningkatan jumlah siswa yang sangat signifikan pada tahun ini hingga tahun depan.

"Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk sekolah rakyat ini," tuturnya.  

Dia menjelaskan, saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat mencapai hampir 16.000 orang dan sementara pemerintah menargetkan adanya penambahan lebih dari 30.000 siswa baru pada tahun ini, sehingga total peserta didik diproyeksikan melampaui 45.000 orang.

Bahkan, sampai tahun depan, Kementerian Sosial meningkatkan jumlah siswa baru Sekolah Rakyat hingga lebih dari 60.000 sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru," lanjutnya. 

Kementerian Sosial menyerahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk mengisi apa saja keahlian atau spesifikasi guru dan tenaga pendidikan yang dibutuhkan.

Pelatihan dan Pembinaan
Meski demikian, dia memastikan, para guru dan tenaga pendidik yang terpilih itu nantinya masih tetap mengikuti serangkaian pelatihan dan pembinaan khusus atau retreat, guna menjaga kualitas pengajaran di Sekolah Rakyat.

"Tetap akan ada retreat dan pelatihan-pelatihan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kita," kata Saifullah Yusuf.

Sekadar mengingatkan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis, bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi sejak Juli 2025. Fasilitas ini menampung 15.900 siswa jenjang SD hingga SMA yang didukung oleh ribuan tenaga pendidik.

Pemerintah juga sedang dalam proses membangun 101 Sekolah Rakyat permanen tahun ini, sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kementerian Sosial baru-baru ini mengumumkan ada penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dikhususkan untuk menampung anak-anak telantar, anak jalanan, serta anak-anak yang berpotensi putus sekolah.