periskop.id - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyatakan sangat bangga melihat Mathew Baker resmi menjadi debutan termuda sepanjang sejarah skuad Garuda.

 

Advertisement

"Dia memang layak mendapatkan kesempatan bermain itu dan saya bangga. Ini adalah momen yang membanggakan," kata Herdman pada jumpa pers pascapertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (6/6).

Pemain asal klub Australia Melbourne City tersebut masuk lapangan sebagai pengganti pada menit ke-80. Momen bersejarah ini tercipta saat Indonesia membungkus kemenangan telak 3-0 atas Oman.

Baker menggantikan peran kapten Rizky Ridho di lini pertahanan. Remaja potensial ini mencatatkan penampilan perdana untuk tim nasional senior pada usia 17 tahun 23 hari.

"Sekarang dia menjadi pemain termuda dalam sejarah Indonesia yang tampil di lapangan bersama tim nasional," kata Herdman.

Juru taktik asal Inggris tersebut memang sengaja ingin mempercepat perkembangan para pemain muda potensial. Caranya dengan memberikan kesempatan sedini mungkin merasakan atmosfer pertandingan bersama tim nasional senior.

Herdman mengambil contoh perjalanan karier senior Baker, Kevin Diks. Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut memulai debut profesionalnya pada usia 17 tahun.

Kerja keras membawa Kevin Diks menembus kompetisi elite Eropa. Saat ini ia merumput di Bundesliga Jerman memperkuat Borussia Moenchengladbach.

Tidak hanya Kevin Diks, pelatih berusia 50 tahun tersebut juga menyinggung nama Jonathan David dan Liam Millar. Kedua pemain ini pernah ia turunkan untuk memperkuat tim nasional senior Kanada saat masih berusia 18 tahun.

Keputusan Herdman tersebut terbukti membuahkan hasil manis bagi karier sang pemain. Jonathan David yang kini membela raksasa Italia Juventus telah mengantongi 79 penampilan dan mencetak 39 gol untuk Kanada.

Sementara itu, Liam Millar saat ini mengoleksi 39 penampilan dengan sumbangan satu gol untuk timnas Kanada. Ia juga punya peran besar membawa klubnya, Hull City, promosi ke Liga Inggris setelah absen selama sembilan tahun.

Pengalaman internasional di usia muda dinilai menjadi kunci sukses perkembangan karier pesepak bola. Jam terbang tersebut mempercepat kesiapan mental mereka di kompetisi level tinggi.

"Semakin muda mereka mendapatkan pengalaman bersama tim nasional, semakin besar peluang mereka naik ke level sepak bola profesional berikutnya," kata Herdman.