periskop.id - Istilah Executive Chef mendadak viral di media sosial setelah polemik antara kreator konten kuliner Henny Maria atau Red Koki dengan Chef Arnold Poernomo ramai diperbincangkan publik.
Perdebatan itu bermula ketika Henny Maria mengunggah sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan mengklaim dirinya telah mendapat pengakuan sebagai Executive Chef yang disebut diakui hingga 13 negara ASEAN.
Unggahan tersebut memicu reaksi keras dari netizen hingga pelaku industri Food and Beverage (F&B). Banyak pihak mempertanyakan pemahaman publik soal posisi Executive Chef yang dianggap bukan sekadar gelar di atas kertas.
Chef Arnold pun ikut menanggapi dengan sindiran yang langsung viral di media sosial.
“Ternyata pengalaman saya dari cuci piring dan dunia F&B selama 22 tahun ini masih kalah dengan title kasta tertinggi di dunia F&B 'Executive Chef' yang diakui 13 negara se ASEAN,” tulis Chef Arnold.
Polemik ini akhirnya membuat banyak orang penasaran, sebenarnya apa itu Executive Chef? Apakah jabatan tersebut bisa didapat hanya lewat sertifikasi? Berapa lama proses seseorang untuk mencapai posisi tertinggi di dapur profesional?
Apa Itu Executive Chef?
Executive Chef adalah posisi tertinggi dalam hierarki dapur profesional, khususnya di hotel berbintang, restoran besar, hingga perusahaan kuliner berskala internasional.
Dalam dunia kuliner profesional, Executive Chef bukan hanya bertugas memasak, tetapi juga bertanggung jawab atas seluruh operasional dapur.
Berdasarkan referensi industri kuliner profesional, Executive Chef berada di puncak struktur organisasi dapur dan memiliki wewenang dalam menentukan arah konsep makanan, kualitas hidangan, hingga pengelolaan staf dapur.
Posisi ini biasanya hanya ada di restoran besar, hotel berbintang, atau bisnis kuliner dengan operasional kompleks.
Tugas dan Tanggung Jawab Executive Chef
Seorang Executive Chef memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas dibanding chef biasa.
1. Menentukan Konsep dan Menu
Executive Chef bertugas menyusun konsep menu restoran, menciptakan hidangan baru, hingga memastikan makanan sesuai dengan identitas bisnis kuliner.
2. Mengatur Operasional Dapur
Mereka memastikan seluruh dapur berjalan lancar, mulai dari alur kerja staf, kebersihan dapur, hingga kualitas penyajian makanan.
3. Mengelola Anggaran
Executive Chef juga bertanggung jawab terhadap pengeluaran dapur, pembelian bahan baku, dan efisiensi biaya operasional.
4. Merekrut dan Melatih Tim
Dalam dapur profesional, Executive Chef memiliki peran besar dalam membentuk tim, merekrut chef baru, hingga melakukan pelatihan.
5. Menjaga Standar Kualitas
Semua makanan yang keluar dari dapur harus memenuhi standar rasa, presentasi, dan kebersihan yang telah ditentukan.
Karena tanggung jawabnya besar, posisi ini tidak mudah diraih dan biasanya membutuhkan pengalaman panjang di industri kuliner profesional.
Tingkatan Chef dalam Dunia Kuliner
Banyak orang mengira seseorang bisa langsung menjadi Executive Chef setelah memiliki sertifikat memasak. Padahal dalam dunia kuliner profesional terdapat jenjang karier yang panjang.
Berikut tingkatan chef dari level paling bawah hingga tertinggi:
1. Cook Helper
Ini adalah level awal dalam dunia dapur profesional. Tugasnya membantu persiapan bahan makanan, membersihkan dapur, hingga membantu chef senior. Posisi ini biasanya diisi oleh peserta magang atau lulusan baru sekolah kuliner.
2. Commis Chef
Setelah memiliki pengalaman dasar, seseorang bisa naik menjadi Commis Chef. Di tahap ini, chef mulai menangani proses memasak sederhana di bawah pengawasan chef senior.
3. Chef de Partie
Pada level ini, chef sudah bertanggung jawab atas satu bagian dapur tertentu, misalnya pastry, grill, atau sauce station. Chef de Partie biasanya mulai memimpin tim kecil di dapur.
4. Sous Chef
Sous Chef merupakan tangan kanan Executive Chef. Mereka bertugas mengawasi operasional harian dapur dan memastikan seluruh tim bekerja sesuai standar.
5. Executive Chef
Ini merupakan posisi tertinggi di dapur profesional. Executive Chef bertanggung jawab penuh terhadap seluruh operasional dapur, strategi bisnis kuliner, hingga manajemen staf.
Berapa Lama Menjadi Executive Chef?
Menjadi Executive Chef bukan proses instan. Berdasarkan praktik umum di industri kuliner, seseorang biasanya membutuhkan pengalaman minimal 10 tahun untuk mencapai posisi Executive Chef.
Bahkan di hotel atau restoran besar, banyak Executive Chef yang menghabiskan waktu belasan hingga puluhan tahun untuk mencapai posisi tersebut.
Prosesnya dimulai dari posisi paling bawah seperti cook helper atau commis chef sebelum naik ke level lebih tinggi.
Chef Arnold sendiri dalam unggahannya menyebut dirinya telah berkecimpung di dunia F&B selama 22 tahun.
Hal inilah yang kemudian menjadi inti perdebatan di media sosial, karena banyak profesional kuliner menilai jabatan Executive Chef tidak hanya dinilai dari sertifikat, tetapi juga pengalaman lapangan, kepemimpinan, dan jam terbang.
Polemik sertifikat Executive Chef ini viral karena publik menilai ada perbedaan besar antara sertifikasi formal dengan pengalaman nyata di industri kuliner.
Selain itu, klaim “diakui 13 negara ASEAN” juga menuai kritik karena jumlah anggota ASEAN saat ini dikenal hanya 10 negara.
Netizen kemudian ramai membahas soal validitas klaim tersebut hingga mempertanyakan pemahaman mengenai jenjang profesi chef.
Banyak pelaku industri F&B ikut berkomentar bahwa posisi Executive Chef merupakan hasil perjalanan panjang yang tidak bisa diperoleh secara instan.
Tinggalkan Komentar
Komentar