periskop.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan, pemerintah sedang menyempurnakan master plan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

 

Menurut Rosan, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, namun juga dirancang sebagai penggerak ekonomi nasional.

 

Hal itu dia sampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Selasa (12/5).

 

“Jadi tidak hanya dibangun giant seawall-nya aja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, dan juga melakukan pengkajiannya,” ujar Rosan.

 

Rosan menuturkan, penyempurnaan rencana induk ini bertujuan memastikan proyek memiliki fungsi ganda. Selain sebagai penahan air laut, giant sea wall harus menjadi daya tarik bagi para investor.

 

Rosan menjelaskan pemerintah ingin memaksimalkan potensi setiap jengkal lahan di sekitar proyek. Integrasi antara perlindungan lingkungan dan pengembangan bisnis menjadi prioritas utama.

 

Menteri Investasi menekankan proyek ini diharapkan mampu melahirkan kawasan ekonomi baru. Keberadaan kawasan tersebut diproyeksikan dapat menggerakkan aktivitas pembangunan di tingkat daerah.

 

“Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant sea wall ini,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Giant Sea Wall di Pantura Jawa berfungsi sebagai benteng pertahanan utama melindungi lebih dari 50 juta jiwa dan 60 persen industri nasional dari banjir rob, abrasi, serta kenaikan muka air laut.

 

Proyek ini juga bertujuan menahan penurunan muka tanah (sinking), menghentikan intrusi air laut, serta mendukung pengembangan kawasan bisnis dan pariwisata