periskop.id - I Ketut Pasek Senjaya Putra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 11 Mei 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah perseroan dalam merombak jajaran manajemen guna memperkuat kinerja dan mempercepat proses pemulihan bisnis.
Melansir laman resmi perseroan, pria kelahiran 10 November 1972 ini merupakan warga negara Indonesia dengan latar belakang pendidikan teknik dan manajemen. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1996, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen Bisnis (S2) di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 2017.
Dalam perjalanan kariernya, I Ketut Pasek Senjaya Putra dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor konstruksi, khususnya dalam bidang operasional dan pengelolaan proyek. Ia terbiasa menangani proyek-proyek berskala besar dengan fokus pada pengendalian mutu, efisiensi biaya, serta ketepatan waktu pelaksanaan.
Dengan rekam jejak tersebut, penunjukannya sebagai Direktur Utama diharapkan mampu memperkuat strategi transformasi WIKA, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan efektivitas operasional, serta mendorong kinerja berkelanjutan di tengah tantangan industri konstruksi nasional.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan perombakan manajemen sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola serta mendorong pemulihan kinerja perseroan. Manajemen mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 WIKA menghadapi tekanan dari melemahnya industri konstruksi nasional yang berdampak pada kontrak baru, penjualan, dan arus kas.
“Untuk merespons kondisi tersebut, WIKA menjalankan strategi penguatan permodalan, optimalisasi kewajiban, percepatan penagihan, serta disiplin belanja dengan prinsip cash focused, lean, and fit for future,” ungkap manajemen.
Meski demikian, kinerja mulai menunjukkan perbaikan. Margin laba kotor naik dari 7,9% menjadi 8,5%, disertai penurunan utang dan piutang. Sepanjang tahun buku 2025, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dengan total kontrak dihadapi Rp50,55 triliun. Penjualan tercatat Rp20,44 triliun dan total aset mencapai Rp50,15 triliun.
Tinggalkan Komentar
Komentar