Periskop.id - Menonton film horor sering kali dianggap sebagai aktivitas yang hanya menguji nyali. Namun, siapa sangka jika rasa takut yang muncul saat melihat adegan menyeramkan di layar kaca justru menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan. 

Selain memberikan sensasi ketegangan, film horor terbukti dapat membantu membakar kalori hingga memperbaiki suasana hati penontonnya.

Mengutip dari Time, sebuah studi pada tahun 2012 yang didanai oleh layanan Lovefilm mengungkapkan data menarik. Peneliti dari University of Westminster, Inggris, memantau 10 orang yang menonton 10 judul film horor berbeda. 

Selama proses tersebut, detak jantung, asupan oksigen, serta keluaran karbon dioksida para peserta dipantau secara ketat.

Pembakar Kalori

Hasil penelitian menunjukkan bahwa film klasik tahun 1980-an, The Shining, yang dibintangi oleh Jack Nicholson, menempati posisi teratas sebagai film yang paling efektif membakar kalori. 

Reaksi penonton yang melompat kaget dan menjerit secara spontan saat menonton film ini mampu membakar hingga 184 kalori.

Sebagai perbandingan, jumlah kalori tersebut setara dengan kalori yang dibakar oleh orang dewasa berbobot 140 pon yang berjalan kaki selama 40 menit. 

Di posisi berikutnya, film Jaws berada di peringkat kedua dengan pembakaran 161 kalori, disusul oleh The Exorcist yang membakar 158 kalori.

Penulis studi tersebut, Richard Mackenzie, menjelaskan bahwa stimulus stres dari film horor memicu pelepasan hormon adrenalin dalam tubuh. Respons ini kemudian mengaktifkan sistem saraf yang dikenal dengan istilah "lawan atau lari" (fight or flight).

"Hormon ini mengaktifkan respons 'lawan atau lari' pada sistem saraf. Selain membuat jantung berdetak lebih cepat, respons ini juga menarik energi dari cadangan tubuh agar Anda siap melawan atau melarikan diri jika diperlukan," ujar Mackenzie.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Meskipun studi dari University of Westminster berskala kecil, penelitian lain turut mendukung adanya manfaat kesehatan dari rasa takut. 

Sebuah studi tahun 2003 dari Coventry University, Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Stress, menemukan bahwa menonton film horor secara signifikan meningkatkan kadar sel darah putih dalam sirkulasi tubuh.

Sel darah putih merupakan komponen utama tubuh untuk melawan penyakit dan infeksi. Peningkatan fungsi imun jangka pendek ini lagi-lagi dikaitkan dengan aktivasi respons "lawan atau lari" yang dialami tubuh saat merasa terancam secara visual.

Firdaus Dhabhar, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Miller School of Medicine, University of Miami, menyebut fenomena ini sebagai bentuk "stres yang baik". Ia menyatakan bahwa meski stres jangka panjang berbahaya bagi jantung, episode stres singkat justru bermanfaat.

"Episode stres singkat justru kerap dikaitkan dengan peningkatan fungsi dan aktivasi sistem imun," ungkap Dhabhar.

Memperbaiki Suasana Hati dan Mengurangi Kecemasan

Selain manfaat fisik, film horor juga berperan dalam kesehatan mental. Margee Kerr, seorang sosiolog dan penulis buku Scream: Chilling Adventures In the Science of Fear, mengungkapkan bahwa gairah negatif yang tinggi dapat memperbaiki suasana hati secara signifikan.

Menurut Kerr, setelah melewati pengalaman yang menakutkan, seseorang cenderung merasa lebih tidak cemas, tidak frustrasi, dan jauh lebih bahagia. Hal ini disebabkan oleh pelepasan berbagai neurotransmiter dan hormon selama pengalaman tersebut berlangsung.

"Riset yang saya dan rekan-rekan lakukan menunjukkan bahwa rangsangan negatif dengan tingkat gairah tinggi dapat memperbaiki suasana hati secara signifikan," kata Kerr. Ia juga menambahkan, "Berbagai neurotransmiter dan hormon yang dilepaskan selama pengalaman itu bisa menjelaskannya."

Catatan Penting

Meskipun terdengar menjanjikan, manfaat ini memiliki syarat utama, Anda harus menyukai pengalaman takut tersebut. Bagi mereka yang tidak menikmati film horor, manfaat terhadap suasana hati atau penurunan kecemasan kemungkinan besar tidak akan muncul.

Kerr juga mengingatkan bahwa pengalaman menakutkan bisa berdampak buruk jika diberikan pada usia yang belum tepat. Sebuah studi dari University of Michigan menemukan bahwa 26% mahasiswa masih memiliki "kecemasan sisa" akibat menonton tayangan menakutkan pada masa kanak-kanak.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memastikan anak-anak sudah tertidur sebelum Anda memulai maraton film horor di Netflix. Dengan begitu, Anda bisa membakar kalori dan meningkatkan suasana hati dengan aman dan menyenangkan.