periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proyeksi (outlook) defisit APBN tahun ini masih berada pada jalur yang sama dengan rencana pemerintah. Ia menegaskan defisit dipastikan tetap di bawah 3% terhadap PDB.
Purbaya menjelaskan perlambatan ekonomi yang terjadi hingga September 2025 berdampak langsung pada kinerja perpajakan. Menurunnya daya beli masyarakat dan aktivitas dunia usaha membuat penerimaan negara ikut melemah.
"Yang paling penting adalah gini, ketika kemarin ekonomi melambat, sampai September itu melambat sekali sampai rakyat turun ke jalan karena merasa hidupnya mulai tertekan, ya otomatis pajaknya juga turun. Artinya, bisnis melambat, pajak juga melambat," kata Purbaya kepada media, di Jakarta, Kamis (27/11).
Menurut Purbaya, pemerintah sengaja tidak menaikkan tarif maupun menambah jenis pajak baru di tengah perlambatan tersebut. Langkah itu diambil sebagai kebijakan kontra-siklikal untuk membantu pemulihan ekonomi.
"Jadi saya tidak menaikkan pajak, nggak ada pajak-pajak baru, dan internetnya juga lagi naik (tarifnya), supaya itu kan secara nggak langsung memberi stimulus ke masyarakat dan perekonomian," jelasnya.
Dengan kebijakan tersebut, Bendahara Negara itu menilai wajar jika penerimaan pajak tahun ini tidak sepenuhnya mencapai target. Namun ia optimistis kinerja perpajakan akan membaik seiring mulai pulihnya aktivitas ekonomi.
"Dan tahun 2026 nanti juga sudah lebih bagus lagi. Kalau kita bisa jaga pertumbuhan yang tadi terjadi, harusnya masalah pajak bukan isu besar lagi," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar