periskop.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa target swasembada pangan dalam waktu satu tahun sempat menjadi tantangan berat, bahkan berdampak pada kondisi kesehatannya. Amran mengaku sempat mengalami vertigo hingga gangguan asam lambung akibat tekanan kerja yang tinggi.
"Kami asam lambung. Hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali," kata Amran dalam acara Pengumuman Swasembada Pangan Panen Raya, Rabu (7/1).
Amran menjelaskan, pada awalnya target swasembada pangan dirancang untuk dicapai dalam kurun waktu empat tahun. Namun, target tersebut kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, hingga akhirnya Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu satu tahun.
"Kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Tadi, Bapak janji 4 tahun. Kemudian berubah 3 tahun. Kemudian 1 tahun," terang dia.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan pada awal pemerintahannya telah tercapai. Ia menyebut, pada 31 Desember 2025, Indonesia secara resmi mencapai swasembada beras.
“Desember 31 tahun 2025 waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam Taklimat Awal Tahun Presiden di Hambalang, Selasa (6/1).
Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya atas cadangan beras nasional yang kini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor sebelumnya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang mencapai 2 juta ton. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur pemerintah.
Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan elemen utama bagi kemandirian bangsa. Menurutnya, sebuah negara tidak dapat disebut merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan makan rakyatnya sendiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar