periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan selama satu tahun menjabat, dirinya beberapa kali menghadapi upaya penyuapan dari pihak-pihak tertentu. Ia mengaku kerap menerima berbagai permintaan yang bertentangan dengan prinsip penegakan hukum.
"Aku satu tahun aja jadi presiden geleng-geleng kepala juga, berapa kali saya mau disogok minta ini minta itu, tegakkan peraturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara saya gak ikut yang lain-lain," kata Prabowo dalam acara Panen Raya Swasembada Pangan, Rabu (7/1).
Prabowo juga telah menerima adanya laporan mengenai puluhan perusahaan yang diduga melanggar aturan dan terancam dicabut izinnya. Prabowo mengatakan memilih untuk tidak ikut campur dalam proses tersebut guna menghindari konflik kepentingan.
"Saya bilang saya gak mau karena ada temen saya di situ. Iyakan nggak enak bisa terpengaruh saya begitu saya lihat eh ini Gerindra lagi, jadi lebih baik saya ngga mau lihat. Saya nggak mau tahu memang kalian menteri-menteri kalian diangkat ya untuk dihujat gak apa-apa," jelasnya.
Menurut Prabowo, seluruh keputusan terkait penindakan terhadap pelanggaran hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan tanpa pandang bulu.
"Kalau sekarang saya gak tahu, saya serahkan ke aparat penegak hukum, yang melanggar tindak, sederhana. Bahasa indonesia gak usah ditafsirkan, UUD 45 Pasal 33 jelas, nggak usah ada penterjemah," tambahnya.
Lebih lanjut, Prabowo meminta pejabat yang tidak memahami atau tidak siap menjalankan amanat tersebut untuk mengundurkan diri.
"Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar aja dari jabatan segera mengundurkan diri, banyak yang bisa gantikan saudara-saudara, anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan," tutup dia.
Tinggalkan Komentar
Komentar