periskop.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat tahun 2025 sebagai saksi gemilangnya belanja nasional.
Transaksi tiiga program besar yakni Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Belanja di Indonesia Aja (BINA), dan EPIC Sale berhasil melampaui target. Total transaksi dari program-program tersebut mencapai Rp122,28 triliun, melampaui realisasi sebelumnya sebesar Rp110 triliun.
“Kesuksesan Harbolnas, BINA, dan EPIC Sale di penghujung tahun 2025 bukan sekadar angka transaksi, melainkan bukti nyata resiliensi konsumsi rumah tangga kita. Capaian yang melampaui target, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat serta peran penting produk lokal dalam rantai pasok nasional,” ucap Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan resmi, Rabu (14/1).
Haryo merinci, Harbolnas yang digelar 10 hingga 16 Desember 2025 lalu mencatatkan transaksi Rp36,4 triliun, di atas target Rp34 triliun. Dari jumlah itu, Rp16,6 triliun berasal dari produk lokal yang menegaskan dukungan masyarakat terhadap UMKM di Indonesia.
"Event ini sukses berkat kolaborasi idEA dengan pelaku UMKM dan platform digital nasional," sambungnya.
Sementara program BINA, yang bekerja sama dengan HIPPINDO dan APPBI, membukukan transaksi Rp119,3 triliun sepanjang tahun 2025. BINA Indonesia Great Sale (IGS) di gelar dalam rangka event Nataru 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sendiri berhasil menembus Rp31 triliun, melampaui target Rp30 triliun.
Diikuti program Ritel Nasional bersama APRINDO mencatat transaksi Rp240,12 triliun, didorong berbagai sub-event seperti Friday Mubarak, Holiday Sale, Merdeka Madness, hingga EPIC Sale Nataru 2025. Fokus utama akhir tahun, EPIC Sale Nataru 1 sampe 31 Desember, menyumbang Rp54,88 triliun, hampir menyentuh target Rp56 triliun.
Dengan pencapaian ini, Haryo berharap belanja nasional 2025 bukan hanya soal angka, tapi juga momentum untuk memperkuat produk lokal dan mendorong ekonomi digital yang semakin inklusif.
"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan asosiasi agar event belanja nasional tidak hanya mendorong transaksi jangka pendek, tapi juga memperkuat ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Haryo.
Tinggalkan Komentar
Komentar