iklan periskop
Ekonomi

Anindya Bakrie Soroti Tantangan Serapan Tenaga Kerja di Tengah Pertumbuhan

Kadin menilai angka pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya memotret kondisi riil dunia usaha. Anindya Bakrie soroti serapan tenaga kerja dan siapkan Kadin Trust Index.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai menghadiri forum Global Economic Outlook di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/1/2025). Foto oleh Periskop/Mila Yuliana.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai capaian pertumbuhan ekonomi nasional saat ini belum sepenuhnya merefleksikan realitas dunia usaha, terutama terkait kemampuan penyerapan tenaga kerja dan keberlanjutan investasi.

"Kami tidak hanya melihat angka pertumbuhan, tapi bagaimana respons pelaku usaha di lapangan, apakah mereka berani berekspansi dan menyerap tenaga kerja," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara Global Economic Outlook di Menara Kadin, Jakarta, dikutip Sabtu (17/1).

Anindya menyoroti tingkat pengangguran nasional yang masih bertengger di angka 4,85%. Padahal, tantangan global terus menekan ruang gerak ekonomi domestik.

Kepercayaan dunia usaha menjadi faktor krusial menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah tekanan tersebut. Pelaku usaha membutuhkan kepastian sebelum memutuskan ekspansi bisnis.

Guna membaca situasi secara lebih akurat, Kadin tengah mempersiapkan Kadin Trust Index. Indikator berbasis data ini dirancang untuk menghimpun pandangan langsung dari sektor industri, konsumen, hingga mitra usaha.

Kehadiran indeks tersebut diharapkan mampu memotret minat investasi, aktivitas produksi, dan pergerakan sektor jasa secara lebih objektif. Data riil lapangan sangat dibutuhkan sebagai pembanding angka makroekonomi.

Terkait proyeksi, Kadin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,4 hingga 5,5%. Namun, angka optimis ini perlu pengawalan kebijakan ketat agar berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.

Di panggung global, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi hanya menyentuh angka 3%. Meski posisi Indonesia di atas rata-rata, persaingan menarik investasi antarnegara kian ketat akibat perlambatan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik.

Dari sisi struktur ekonomi internal, konsumsi domestik masih menjadi tulang punggung utama. Sektor ini berkontribusi sekitar 55% terhadap kue perekonomian nasional.

Sementara itu, sektor investasi menyumbang sekitar 25%. Komposisi ini menunjukkan kekuatan pasar domestik Indonesia, sekaligus menjadi alarm pentingnya menjaga kepercayaan investor agar porsi investasi terus tumbuh.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai kadin indonesia, dan Anindya Bakrie dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.