Periskop.id - Pergerakan Nilai Tukar Rupiah kembali menunjukkan tekanan pada Rabu (21/1). Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, rupiah tercatat melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia, termasuk Dolar AS, yang menjadi salah satu sorotan utama pelaku pasar.

Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah dengan kurs jual berada di level Rp17.065,90 per dolar AS. Angka ini meningkat dibandingkan kurs jual hari sebelumnya yang berada di Rp17.019,67 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah tercatat melemah sebesar Rp46,23 atau setara dengan 0,27%. Sementara itu, kurs beli dolar AS tercatat di Rp16.896,10.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mencerminkan tekanan global yang masih berlangsung, terutama terkait pergerakan mata uang utama dunia dan sentimen pasar internasional. Meski persentase pelemahan relatif terbatas, level rupiah yang bertahan di atas Rp17.000 per dolar AS tetap menjadi perhatian, mengingat dampaknya terhadap harga impor, inflasi, serta stabilitas ekonomi domestik.

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga mengalami pelemahan signifikan terhadap mata uang utama lainnya. Terhadap euro, rupiah tercatat melemah 0,81%. Kurs jual euro naik dari Rp19.788,77 menjadi Rp19.950,04 per euro, atau melemah sebesar Rp161,27. Kurs beli euro pada hari yang sama berada di Rp19.748,16.

Pound sterling juga menunjukkan penguatan cukup tajam terhadap rupiah. Kurs jual pound tercatat Rp22.999,71, naik dari Rp22.791,04 pada hari sebelumnya. Pelemahan rupiah terhadap mata uang Inggris tersebut mencapai Rp208,67 atau setara 0,92%, dengan kurs beli di Rp22.764,12.

Tekanan yang cukup besar juga datang dari franc Swiss. Rupiah melemah 1,00% terhadap mata uang ini, dengan kurs jual naik dari Rp21.295,88 menjadi Rp21.509,83 per franc Swiss. Pelemahan tercatat sebesar Rp213,95, sementara kurs beli berada di Rp21.287,77.

Di kawasan Asia Pasifik, rupiah juga mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang regional. Dolar Australia mencatat penguatan signifikan, dengan kurs jual naik dari Rp11.387,86 menjadi Rp11.510,95. Pelemahan rupiah terhadap dolar Australia mencapai Rp123,09 atau 1,08%. 

Dolar Selandia Baru bahkan mencatat pelemahan rupiah terbesar secara persentase, yakni 1,44%, dengan kurs jual naik menjadi Rp9.963,07 dari Rp9.822,05.

Rupiah juga tertekan terhadap dolar Singapura. Kurs jual dolar Singapura tercatat Rp13.294,31, naik Rp61,79 atau 0,47% dibandingkan hari sebelumnya. Terhadap dolar Hong Kong, rupiah melemah 0,26%, sementara terhadap yuan renminbi China melemah 0,33%.

Mata uang Asia lainnya seperti ringgit Malaysia dan baht Thailand juga menguat terhadap rupiah. Ringgit Malaysia tercatat naik 0,32% menjadi Rp4.211,72, sedangkan baht Thailand menguat 0,88% ke level Rp548,92 per baht. Yen Jepang relatif stabil, dengan pelemahan rupiah yang sangat tipis sebesar 0,08%, di mana kurs jual untuk 100 yen tercatat Rp10.775,97.

Riyal Saudi sebagai mata uang yang erat kaitannya dengan kebutuhan ibadah haji dan umrah juga mencatat penguatan terhadap rupiah. Kurs jual riyal Saudi berada di Rp4.551,03, naik dari Rp4.538,70 atau menguat 0,27%.

Berikut adalah rincian lengkap data kurs jual dan beli hari ini:

Mata UangNilaiKurs Jual
(Rp)
Perubahan
(Rp)
PersentaseKurs Beli (Rp)
Dolar Australia (AUD)111.510,95123,091,08%11.391,35
Dolar Kanada (CAD)112.333,5385,640,70%12.208,16
Franc Swiss (CHF)121.509,83213,951,00%21.287,77
Yuan Renminbi (CNH)12.454,017,990,33%2.429,38
Euro (EUR)119.950,04161,270,81%19.748,16
Pound Sterling (GBP)122.999,71208,670,92%22.764,12
Dolar Hong Kong (HKD)12.188,585,620,26%2.166,56
Yen (JPY)10010.775,978,800,08%10.668,08
Ringgit (MYR)14.211,7213,480,32%4.165,71
Dolar Selandia Baru (NZD)19.963,07141,021,44%9.860,56
Riyal Saudi (SAR)14.551,0312,330,27%4.505,51
Dolar Singapura (SGD)113.294,3161,790,47%13.156,91
Baht (THB)1548,924,810,88%542,93
Dolar AS (USD)117.065,9046,230,27%16.896,10