periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah berpeluang menguat hingga level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dan menilai target tersebut tidak sulit untuk dicapai.
"Saya rasa sekarang menuju Rp15.000 terhadap dolar, itu tidak akan terlalu sulit," kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES), di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut Purbaya, penguatan rupiah sejalan dengan tren positif mata uang negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut, ringgit Malaysia, dolar Singapura, baht Thailand, hingga dong Vietnam saat ini menunjukkan kinerja yang menguat terhadap dolar AS.
"Seperti ringgit Malaysia, dolar Singapura, baht Thailand, dan dong Vietnam," jelasnya.
Ia menilai, posisi rupiah saat ini relatif tertinggal dibandingkan mata uang negara tetangga, sehingga menjadi semacam “outlier” di kawasan. Menurutnya, kondisi tersebut terbilang tidak lazim.
"Menurut saya ini agak aneh, tapi itu bukan tugas saya. Tugas bank sentral kita adalah memastikan rupiah selaras dengan mata uang negara-negara lain di kawasan," terangnya.
Purbaya menegaskan, keyakinan terhadap potensi penguatan rupiah tersebut didasarkan pada fundamental ekonomi domestik serta tren penguatan mata uang regional yang terus berlangsung.
"Saya tidak bisa berbicara atas nama bank sentral, tetapi jika saya berada di posisi mereka, level tersebut tidak akan sulit dicapai, mengingat penguatan mata uang lokal dan regional," Purbaya mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar