iklan periskop
Ekonomi

Bos BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bauran kebijakan moneter hingga makroprudensial tetap pro-stability dan pro-growth demi menjaga rupiah dan dorong ekonomi.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Bos BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat sambutan dalam acara Laporan Perekonomian Indonesia (LPI), Jakarta, Rabu (28/1). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan komitmen BI dalam merumuskan dan melaksanakan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Bauran kebijakan tersebut mencakup sektor moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

"Untuk merumuskan dan melaksanakan bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Perry dalam acara Laporan Perekonomian Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1).

Di bidang moneter, pihakny berfokus pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Perry menegaskan bahwa BI akan terus menjaga stabilitas dan mendorong penguatan rupiah ke depan. Selain itu, dari sisi suku bunga, BI masih memiliki ruang untuk melakukan penurunan.

"Kami akan bawa jaga stabilitas dan akan terus kami dorong untuk menguat rupiah kita," jelasnya.

Setelah enam kali penurunan suku bunga sejak September 2024, kebijakan ini dinilai masih relevan seiring inflasi yang rendah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dan kami juga akan terus melakukan ekspansi liguritas moneter," tambahnya.

Bank Indonesia juga akan terus melanjutkan ekspansi likuiditas moneter guna memastikan kecukupan likuiditas di sektor perbankan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif. 

Di sisi lain, BI turut memperkuat ketahanan eksternal melalui kecukupan cadangan devisa yang saat ini mencapai US$156,5 miliar dan diproyeksikan akan terus meningkat.

"Jadi kebijakan moneter, tagline-nya adalah pro-stability and pro-growth. Stability, nilai tukar. Kami akan jaga stabil dan menguat. Dan pro-growth melalui kebijakan suku bunga rendah, ekspansi liguritas, dan juga kecukupan cadangan divisa," tutur Perry. 

Lebih lanjut, untuk kebijakan makro Indonesia, pihaknya terus berkomitmen kebijakan makro terus longgar. "Akan kami longgar tahun ini bahkan tahun depan," tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), kebijakan moneter, dan Suku Bunga Acuan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.