iklan periskop
Nasional

Serapan Anggaran 2025 Tak Optimal, Pagu BRIN 2026 Tetap Naik Jadi Rp6,14 Triliun

Serapan anggaran BRIN 2025 hanya 89,58% akibat kendala teknis. Meski begitu, pagu 2026 naik menjadi Rp6,14 triliun, dengan target peningkatan inovasi hingga peringkat GII 49 pada 2...

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Serapan Anggaran 2025 Tak Optimal, Pagu BRIN 2026 Tetap Naik Jadi Rp6,14 Triliun
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan setelah acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/Andi Firdaus.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Tingkat serapan anggaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Tahun Anggaran 2025 tercatat belum optimal. Dari total anggaran final sebesar Rp5,11 triliun, realisasi anggaran BRIN baru mencapai 89,58%. Meski demikian, pagu anggaran BRIN pada 2026 justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026, pagu anggaran BRIN ditetapkan sebesar Rp6.144.562.191.000. Angka tersebut meningkat dibandingkan pagu anggaran BRIN pada 2025 yang sebesar Rp5.842.259.586.000.

Kepala BRIN Arif Satria mengakui, belum maksimalnya serapan anggaran 2025 disebabkan oleh sejumlah kendala teknis, termasuk tertundanya realisasi pinjaman dan hibah luar negeri.

“Dari total anggaran final sebesar Rp5,11 triliun, tingkat serapan mencapai 89,58 persen. Angka tersebut belum terserap sepenuhnya karena beberapa kendala,” ujar Arif dalam rapat kerja bersama DPR RI di Kawasan Parlemen, Senayan, dikutip Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah kegagalan tender pengadaan armada kapal riset, yang berdampak pada tertundanya realisasi pinjaman dan hibah luar negeri hingga pelaksanaan kontrak harus digeser ke Tahun Anggaran 2026.

“Tertundanya realisasi pinjaman dan hibah luar negeri akibat kegagalan tender pengadaan armada kapal riset, sehingga kontrak baru dapat dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026,” kata Arif.

Selain itu, Arif menyebut hibah langsung dari luar negeri masih dalam proses pengesahan belanja di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), serta masih terdapat sisa anggaran pada pos belanja pegawai.

Di tengah catatan serapan anggaran tersebut, Arif menilai kinerja tata kelola BRIN tetap menunjukkan capaian positif. Laporan keuangan BRIN kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan tingkat maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) berada pada Level 3.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) yang masih relatif stagnan. Pada 2025, peringkat Indonesia berada di posisi 55, hanya bergeser satu peringkat dibandingkan 2024 di posisi 54.

“Target kami pada Tahun 2029 adalah mencapai peringkat 49,” pungkas Arif.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan anggaran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.