periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelebaran defisit anggaran tidak menimbulkan sentimen negatif ke pasar. Menurutnya, posisi defisit masih terjaga di bawah batas 3%, sehingga tetap mencerminkan kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.

‎"Justru itu menunjukkan bahwa kita memastikan fiskal bisa melakukan kebijakan countercyclical tanpa melanggar batas-batas dengan kehati-hatian fiskal," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Jumat (30/1).

‎Purbaya menambahkan, langkah pemerintah tersebut juga telah dikomunikasikan dengan World Bank dan mendapatkan respons yang sangat positif. Ia menjelaskan, stimulus fiskal diperlukan karena kondisi ekonomi sempat mengalami pelemahan yang cukup dalam.

‎"Mereka positif sekali dengan langkah-langkah kita selama ini. Dan saya jelaskan kenapa kita menempuh jalan itu. Karena saya bilang ekonomi kita masuk ke 3 itu memburuk sekali," tutur dia.

‎Meski demikian, Purbaya menegaskan seluruh langkah tersebut tetap ditempuh dengan menjaga prinsip prudensi dan disiplin dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

‎"Saya mesti balik arah ekonomi, harus memberikan stimulus dari segala arah yang saya bisa. Dan itu sudah saya lakukan tanpa melanggar prudensi dari pengolahan kebijakan fiskal," jelasnya. 

‎Sebelumnya, Purbaya melalukan pertemuan dengan Managing Director and Chief Knowledge Officer World Bank Paschal Donohoe di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (29/1). Pertemuan tersebut membahas potensi serta penguatan kerja sama antara Indonesia dan Bank Dunia.

‎Purbaya mengatakan kunjungan Paschal bersama tim bertujuan untuk mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi strategis ke depan. 

‎Dalam kesempatan tersebut, Paschal Donohoe mengungkapkan harapannya agar World Bank dapat berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan Indonesia, khususnya di tengah tantangan kondisi global yang semakin kompleks.

‎"MD Donohoe menyampaikan harapannya agar worldbank dapat berperan lebih banyak dalam mendorong pembangunan Indonesia, terutama di tengan kondisi global yang penuh tantangan saat ini," kata Purbaya dikutip dari Instagram @menkeuri, Kamis (29/1).