periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, sebagai langkah positif dan bentuk tanggung jawab atas permasalahan yang sempat terjadi di pasar modal.

Menurut Purbaya, salah satu kesalahan fatal yang terjadi adalah tidak ditindaklanjutinya masukan dan pertanyaan dari MSCI, yang kemudian berdampak pada koreksi pasar yang cukup dalam. Jika tidak segera dibenahi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

"Itu kesalahan dia yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Jumat (30/1).

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat sistem perizinan melalui OSS serta memastikan likuiditas pasar tetap terjaga. Purbaya menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan bank sentral agar likuiditas cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 6% tahun ini.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan Central Bank sehingga likuiditas di pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini," jelasnya.

Bendahara negar itu menegaskan tidak ada pengaruh sama sekali. Ia justru menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif bagi investor. Menurutnya, pasar akan melihat bahwa pemerintah mampu menangani masalah dengan cepat dan serius.

"Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di real sector, di FDI," tegasnya.

Purbaya menilai sentimen tersebut sebenarnya positif bagi orang yang memahami konteksnya. Menurutnya, bagi yang tidak mengerti tidak menjadi masalah, karena akan tersisih dengan sendirinya.

"Ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau nggak ngerti mah bye, serok-serok. Kalau ngak ngerti nggak apa-apa," ucapnya.

Kendati begitu ia mengaku tidak mengetahui siapa Plt yang menganggatikan posisi direktur utama BEI karena hal tersebut sudah memiliki prosedur tersendiri di bursa.

"Nggak tau. Itu kan ada prosedur bursa sendiri," tutupnya.