Periskop.id - Lembaga keuangan internasional, International Monetary Fund (IMF), baru saja merilis laporan terbaru yang memberikan angin segar bagi prospek ekonomi Indonesia.
Dalam laporan World Economic Outlook Update edisi Januari 2026, Indonesia diprediksi akan tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia dan dunia. IMF memperkirakan ekonomi Indonesia berada di angka 5,1% pada 2026.
Berdasarkan laporan tersebut, negara berkembang masih mendominasi daftar pertumbuhan ekonomi tercepat. India kokoh berada di puncak, sementara Indonesia berhasil mengamankan posisi tiga besar di antara negara-negara ekonomi utama lainnya.
Berikut adalah rincian lengkap 15 negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi di tahun 2026:
| No | Negara | Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 |
|---|---|---|
| 1 | India | 6,40% |
| 2 | Filipina | 5,60% |
| 3 | Indonesia | 5,10% |
| 4 | Mesir | 4,70% |
| 5 | Tiongkok | 4,50% |
| 6 | Arab Saudi | 4,50% |
| 7 | Kazakstan | 4,40% |
| 8 | Nigeria | 4,40% |
| 9 | Malaysia | 4,30% |
| 10 | Turki | 4,20% |
| 11 | Argentina | 4,00% |
| 12 | Polandia | 3,50% |
| 13 | Pakistan | 3,20% |
| 14 | Amerika Serikat | 2,40% |
| 15 | Spanyol | 2,30% |
Fundamental Indonesia
Melalui rilis resmi berjudul IMF Executive Board Concludes 2025 Article IV Consultation with Indonesia yang diterbitkan pada Rabu (14/1/2026), IMF memandang positif ketahanan ekonomi Indonesia di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan.
Stabilitas ini dinilai sebagai buah dari kebijakan fiskal dan moneter pemerintah yang terkalibrasi dengan sangat baik.
Kebijakan fiskal berkaitan dengan pengaturan pendapatan dan belanja negara, sementara kebijakan moneter berfokus pada pengaturan jumlah uang beredar dan suku bunga untuk menjaga stabilitas.
Selain pertumbuhan PDB, laporan tersebut juga mencatat bahwa inflasi umum di Indonesia terjaga dengan sangat baik. Angka inflasi diprediksi akan terus bergerak menuju titik tengah kisaran sasaran pemerintah, yang berarti daya beli masyarakat diharapkan tetap stabil.
Indonesia juga terlihat kuat dengan defisit transaksi berjalan yang terkendali serta cadangan devisa yang memadai untuk menjaga nilai tukar Rupiah dari guncangan.
Meskipun fundamental terlihat kuat, IMF juga menyoroti sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Dari sisi eksternal, eskalasi ketegangan perdagangan global, ketidakpastian kebijakan internasional yang berkepanjangan, serta gejolak pasar keuangan dunia masih menjadi ancaman utama yang berpotensi mengganggu arus modal masuk ke Indonesia.
Dari sisi domestik, IMF mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang berskala besar di dalam negeri dapat menimbulkan kerentanan baru apabila tidak disertai dengan mekanisme pengaman atau safeguard yang kuat.
Tinggalkan Komentar
Komentar